Menulis Kreatif

Home / Daerah

Rabu, 25 Oktober 2023 - 23:14 WIB

Alun-Alun Puspawangi Indramayu Masuk Babak Baru, Menyerap APBD 2023 Rp3 Miliar untuk Pemeliharaan Menjadi Pertanyaan Publik

Spanduk proyek pemeliharaan alun-alun Puspawangi yang telan APBD 2023 sebesar Rp3 miliar, Kamis, 12 Oktober 2023. (Foto: tjimanoek).

Spanduk proyek pemeliharaan alun-alun Puspawangi yang telan APBD 2023 sebesar Rp3 miliar, Kamis, 12 Oktober 2023. (Foto: tjimanoek).

TJIMANOEK.COM, INDRAMAYU – Alun-alun Puspawangi Kabupaten Indramayu memasuki babak baru, yakni penataan atau pemeliharaan. Pada 2022, alun-alun tersebut dilakukan renovasi/revitalisasi, dimana proyek itu diagendakan selesai dalam waktu satu tahun atau jatuh tempo pada, Agustus 2023.

Sebagian warga masyarakat Kab. Indramayu mempertanyakan mengapa alun-alun tidak kunjung diresmikan atau dibuka untuk umum. Rupanya, alun-alun yang akan diberi nama Puspawangi itu sedang dilakukan penataan atau pemeliharaan tahap II dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Indramayu melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Pemkab Indramayu telah menggelontorkan Rp3 miliar untuk proyek pemeliharaan tersebut. Hal itu sesuai dengan nilai pagu yang dibuat tanggal 28 Juli 2023. Menurut data yang dihimpun, pemenang dari tender berkontrak itu adalah CV. Sekar Kencana beralamat di Dk. Sekaran, RT. 002 RW. 006, Purwosari, Kec/Kab. Kudus, Jawa Tengah.

“Penataan/pemeliharaan taman alun-alun Pendopo alun-alun Puspawangi (lanjutan) tahap II,” tertulis tender dalam LPSE Indramayu yang dikutip, Rabu (25/10/2023).

Meskipun dalam alokasi anggaran disebutkan penataan/pemeliharaan, tetapi, di spanduk proyek bertuliskan “Mohon maaf. Aktifitas Anda terganggu. Sedang dilakukan pembangunan taman alun-alun Puspawangi tahap ke-2 TA 2023”.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, O’ushj Dialambaqa mengatakan, pembangunan dan pemeliharaan alun-alun Puspawangi itu sudah tidak rasional. “Alun-alun Puspawangi tahap awal menelan APBD Rp 7,6 milyar lebih dan tahap II menelan Rp 3 milyar lagi dengan alasan pemeliharaan, itu sudah tidak rasional lagi,” kata O’ushj kepada tjimanoek.com, Rabu (25/10/2023).

Baca Juga:  Atlet Kembar Asal Indramayu Torehkan Medali Emas di PON XX Papua 2021

Ia mempertanyakan alokasi anggaran untuk pemeliharaan alun-alun. “Memangnya pemeliharaan macam apa? Memangnya tukang tamannya dari Eropa atau Amerika atau dari Afrika atau dari Kutub?” katanya.

“Taman yang tak karuan bentuknya itu tahap awal Rp 7,6 milyar saja sedang irasional, memangnya bunga-bunga dan tanamanya dari Arizona? Setahun lebih tidak selesai ditambah Rp 3 milyar lagi hingga Agustus 2023, sekarang sudah minggu ke-,4 Oktober, lewat sudah,” terang Oo.

Menurut O’ushj, publik perlu menduga adanya praktik korupsi di dalam revitalisasi dan pemeliharaan. Tak hanya itu, dirinya menganggap proyek taman atau alun-alun yang menelan anggaran luar biasa itu tak jelas dan ngawur.

“Jika melihat anggaran yang ditelan cukup fantastik dan taman yang tak jelas dan ngawur tersebut, bisa dipastikan unsur perkorupsiannya menjadi fantastik juga,” bebernya.

Ia merasa heran, mengapa proyek tersebut lolos dari pantauan Badan Pemeriksa Keuangan. “Aneh tapi nyata BPK tidak berani menjadi temuan, malah dpt WTP. BPK tampaknya juga berlutut di hadapan Bupati yang punya segudang penghargaan,” kata Oo mengolok-olok.

“Kini tinggal APH (Kejaksaan dan Kepolisian) berani tidak menyentuh alun-alun Puspawangi yang telah menelan Rp 10,6 milyar lebih dengan bentuk dan fakta konkret seperti itu, yang secara rasional hanya orang gila yang bisa melakukan pembenaran menghabiskan anggaran sebesar itu,” imbuhnya.

Pihakya meminta kepada Aparatur Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan yang mendalam terhadap adanya indikasi korupsi pada proyek revitalisasi alun-alun puspawangi.

Baca Juga:  SMAN 1 Indramayu Gelar Study Campus 2024 ke Bali

“Untuk itu, PKSPD berharap dan atau meminta kepada APH untuk segera melakukan penyelidikan atas kejanggalan-kejanggalan yang menelan APBD Rp 10,6 milyar lebih, dan membongkar tuntas kasus alun-alun Puspawangi, karena terindikasi kuat adanya perkorupsian yang fantastik,” ujarnya.

“Tanggung jawab yang melekat pada APH adalah tidak harus menunggu adanya laporan masyarakat, karena publik sudah malas untuk lapor melaporkan kasus korupsi pada APH, karena antara slogan, jargon dan himbauan yang terpampang di gedung atau spanduk APH tidak sebagaimana mustinya, bagaikan langit dengan bumi prakteknya,” katanya.

Oo menegaskan kembali bahwa APH harus mengusut tuntas proyek-proyek yang terindikasi perkorupsian. “Sekali lagi, ini tantangan buat APH, apakah berani menyentuh orang no. 1 di Im, karena jika berlutut juga, bagaimana publik harus percaya,” pungkas Direktur PKSPD, O’ushj Dialambaqa di Indramayu, Rabu (25/10/2023).

Diketahui, nilai renovasi atau revitalisasi alun-alun Pendopo-Indramayu TA 2022 mencapai Rp7,6 miliar. Ada sebuah fakta menarik mengenai patung Bung Karno di alun-alun Puspawangi, Pendopo-Indramayu. Sebenarnya, patung Bung Karno itu tidak ada dalam desain awal dan yang dipublikasikan ke publik.

Konon, pembuatan patung Bung Karno di alun-alun itu dipaksakan dan di luar anggaran Rp7,6 miliar. Patut diduga, pembuatan patung tersebut berasal dari anggaran pemeliharaan tahap II sebesar Rp3 miliar. Pasalnya, dari pantauan tjimanoek.com pada, Kamis, 12 Oktober 2023, tidak ada aktivitas pekerja di lingkungan alun-alun Puspawangi atau Pendopo-Indramayu.

(TJ-1 / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

gedung sate, Nina Agustina, Tito Karnavian, Ma'ruf Amin,

Daerah

Indramayu Perioritas Pengentasan Kemiskinan, Oushj Dialambaqa: Penjelasan Bupati Memalukan
panen padi indramayu, bupati indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Indramayu Lakukan Panen Padi Varietas Cisantana
bupati nina digugat, ptun bandung, peradilan tata usaha negara bandung,

Daerah

Bupati Indramayu Nina Agustina Digugat ke PTUN Bandung
santri indramayu, hari santri nasional 2024, pantai balongan, rumah yatim indramayu, yayasan rumah yatim arrahimah abu hurairah, bersih-bersih pantai,

Daerah

Santri Rumah Yatim Indramayu Aksi Bersih Pantai Memperingati Hari Santri Nasional 2024
wakil bupati indramayu, wabup indramayu, lucky hakim, wabup lucky,

Daerah

Masih Belum Ada Kepastian Kebenaran Penggerebekan Narkoba di Pendopo, Lucky Hakim Dilaporkan ke Polres Indramayu
nina agustina, maruf amin, tito karnavian,

Daerah

Indramayu Masuk Perioritas Penuntasan Kemiskinan Pemerintah Pusat
kajari indramayu, ajie prasetya, bupati indramayu, nina agustina, kapolres indramayu, m fahri siregar, lukman syarif, dandim 0616 indramayu, andang radianto,

Daerah

Kajari Indramayu Disebut Telah Menorehkan ‘Sampah’ di Hari Bhakti Adhyaksa
dprd indramayu, bupati indramayu, nina agustina, syaefudin, hasil interpelasi,

Daerah

Mungkinkah Bupati Nina Diinterpelasi Lagi? PKSPD: Mungkin Saja Sekalipun Itu Naif