TJIMANOEK.COM, INDRAMAYU – Bupati Indramayu Nina Agustina mendapatkan penghargaan Kepala Daerah Inspiratif dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) Jawa Barat di Gelanggang Olahraga (GOR) Arcamanik Bandung pada, Sabtu, 6 Agustus 2022.
“Alhamdulillah, luar biasa kesekian kalinya saya bersyukur atas capaian-capaian yang telah diraih berkat dukungan semua,” kata Bupati Indramayu Nina Agustina, Sabtu, (6/8/2022).
Bupati Nina juga mengatakan bahwa selain dirinya memperoleh anugerah kepala daerah inspiratif, ada 10 nominasi lainnya yang diperoleh.
“Hari ini pada Penganugerahaan Tantangan Literasi GLN Gareulis Jawa Barat saya mendapatkan penghargaan “Anugerah Kepala Daerah Inspiratif di Tingkat Provinsi Jawa Barat dan 10 penghargaan lainnya diberbagai tantangan Literasi Tingkat Jawa Barat,” katanya lagi.
Pegiat Literasi sekaligus Pemustaka, Panji Purnama mengatakan, ada akibat yang ditimbulkan dari perolehan penghargaan tersebut, yaitu pertanyaan kritis publik mengenai relevansi.
“Terus terang. Dengan penghargaan Kepala Daerah Inspiratif oleh Gerakan Literasi Nasional Jawa Barat terhadap Bupati Indramayu Nina Agustina memunculkan pertanyaan paling mendasar,” kata Panji Purnama kepada tjimanoek.com, Senin, (8/8/2022).
Ia kemudian menjelaskan bahwa penghargaan yang diperoleh menunjukan realita ketidakpantasan, antara penghargaan dengan sikap atau tindakan.
“Publik atau masyarakat bertanya: Sisi inspiratifnya di bagian mana? Pasalnya, semenjak bupati dilantik pada bulan Februari 2021 hingga saat ini, tak sekalipun dirinya datang dan berliterasi di Perpustakaan Umum Daerah Indramayu/Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu (DPA Kab. Indramayu). Apa ketidak pernahan bupati datang ke DPA Indramayu adalah dasarnya?,” terangnya.
“Untuk melihat apakah seseorang pantas mendapatkan penghargaan dalam konteks inikan kepernahan datang dan berliterasinya. Barulah kemudian dilihat aspek lainnya,” imbuhnya.
Lanjutnya, “Itu merupakan pertanyaan mendasar dan paling logis. Akhirnya publik menagih hal itu, lantas pemerintah daerah dan atau bupati bisa memberikan penjelasan?,” tanya Panji.
Ini, kata Panji, menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk menilai pemimpinnya. “Jadi, kita juga bisa mulai belajar membedakan mana yang benar-benar penghargaan dan mana yang bukan. Satu lagi, perlu digaris bawahi bahwa kinerja seorang pemimpin bukan dinilai dari banyaknya penghargaan, tetapi dari penyelesaian masalahnya,” ucap Pegiat Literasi, Panji Purnama.
Menurut data yang dihimpun oleh tjimanoek.com, ini adalah penghargaan ke 8 yang diperoleh Bupati Nina dalam kurun waktu 1 tahun 5 bulan.
(T1M / TJIMANOEK)















