Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 21 Maret 2022 - 15:00 WIB

Soal Minyak Goreng, BEM UI: Pak Jokowi, Rakyatmu Terbunuh Akibat Minyak Goreng

Makara Universitas Indonesia kampus Depok, Jawa Barat.

Makara Universitas Indonesia kampus Depok, Jawa Barat.

TJIMANOEK.COM, Depok Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik kelangkaan dan meroketnya harga minyak goreng. Hal tersebut disampaikan melalui akun media sosialnya.

“Krisis minyak goreng yang melanda Indonesia beberapa waktu ke belakang ternyata menyisakan cerita duka yang menyayat hati. Bagaimana tidak, setidaknya ada dua orang yang meninggal dunia setelah mengantre berjam-jam di pasar ritel hanya untuk mendapatkan minyak goreng,” tulis BEM UI melalui media sosial twitter, Minggu (20/3/2022).

Pemerintah, kata BEM UI, seolah tidak melihat kondisi masyarakat yang berebut minyak goreng di berbagai daerah. “Namun amat disayangkan, pemerintah seakan-akan menutup mata terhadap krisis minyak goreng yang telah menelan korban jiwa ini dengan inkonsistensi dan ketidakseriusan dalam membuat kebijakan,” katanya.

Baca Juga:  Soal LKTI HBA ke-62, Kejaksaan Negeri Indramayu Sebut Keliru Permasalahkan Kajari Ajie Prasetya

Menurut BEM UI, pemerintah salah menerapkan peraturan mengenai pengaturan harga eceran tertinggi yang justru membuat kelangkaan minyak goreng di pasar maupun pusat perbelanjaan lain.

“Diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit justru membuat minyak goreng mengalami kelangkaan di pasaran,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta maaf kepada masyarakat karena tidak dapat mengendalikan atau mengontrol harga minyak goreng.

Baca Juga:  Terbentang Lebar Layar Interpelasi, Bupati Nina di Ujung Tanduk

“Dengan permohonan maaf Kemedag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat,” kata Lutfi, dikutip dari Kompas.com di Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (17/3/2022).

Selain itu, Lutfi mengatakan, pihaknya memiliki keterbatasan wewenang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan para spekulan minyak goreng.

“Sementara ini kita punya datanya dan sedang diperiksa oleh kepolisian Satgas Pangan tetapi keadaannya sudah sangat kritis oleh ketegangan,” ucapnya.

(TJ-99 / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

bupati indramayu, nina agustina, bupati nina, tegur asn,

Daerah

Bupati Nina Berikan Teguran Keras ASN yang Membolos, Ada Kekeliruan Data?
nina agustina, tri risma, mensos, bupati indramayu,

Daerah

Bupati Indramayu Masuk 10 Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan, Oushj Dialambaqa: Menggelikan Bin Ajaib
bupati nina lantik sekda, bupati indramayu, dewas pdam indramayu, rinto waluyo, pdam indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Nina Lantik Sekda Jadi Dewas PDAM Indramayu, Rangkap Jabatan!
polres indramayu, kapolres indramayu, kanit satu jatanras, uni satu reskrim polres indramayu, kasat reskrim polres indramayu, polisi indramayu, maling indramayu, kejahatan indramayu,

Daerah

Polres Indramayu Hanya Menunggu Audit, Pelapor Ajukan Keberatan Penghentian Penyelidikan ke Polda Jabar
kajari, kajari ajie, kajari indramayu, ajie prasetya, plagiarisme, hba ke 62, lomba karya tulis ilmiah,

Daerah

Kajari Indramayu Berpendirian Plagiarisme Nol Persen Layak Juara, Pelapor: Memalukan
erul, perangkat desa,

Daerah

Perangkat Desa Wanantara Tetap Produktif dengan Budidaya Ikan dan Udang
polisi, polres indramayu, bbm ilegal, satreskrim polres indramayu, mako polres indramayu, kepolisian, polisi penyelidikan bbm ilegal,

Daerah

Polres Indramayu Memulai Penyelidikan Praktik BBM Ilegal Karangsong
kartu kpm, keluarga penerima manfaat, kpm, bni kpm,

Daerah

Merana, Bantuan Keluarga Penerima Manfaat di Indramayu Njelimet