Menulis Kreatif

Home / Nasional / Pendidikan

Selasa, 14 September 2021 - 20:21 WIB

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Dengan Majelis Rektor PTN Indonesia

Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan Majelis Rektor PTN Indonesia di Auditorium Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Senin (13/9/2021). | Foto: setkab

Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan Majelis Rektor PTN Indonesia di Auditorium Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Senin (13/9/2021). | Foto: setkab

Surakarta – Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan para Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (13/09/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan perguruan tinggi harus dapat melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh sehingga sehingga memiliki jasmani dan rohani yang sehat, serta budi pekerti dan visi kebangsaan yang baik.

Presiden mengatakan PTN dapat melahirkan mahasiswa yang unggul itu tidaklah mudah, tetapi itu harus bisa dicapai. “Karena kalau enggak (tercapai), kebawa ke mana-mana anak-anak kita nantinya. Sekali lagi, sehat jasmani, sehat rohani, budi pekertinya baik, kebangsaannya baik,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Upacara HUT RI ke-77 Tanpa Wabup Indramayu Lucky Hakim, Kemana Rimbanya?

Ia pun menambahkan pendidikan di dalam kampus harus diajarkan mengenai budi pekerti. Namun, Presiden mengingatkan agar tidak mengajarkan mahasiswa di luar kampus tentang pemahaman yang ekstremis.

“Artinya, di luar kampus pun menjadi tugas rektor dan seluruh jajarannya, hati-hati. Di dalam kampus dididik mengenai budi pekerti, di luar kampus enggak ada yang mendidik, jadi pecandu narkoba. Nah, untuk apa kita kalau enggak bisa menjangkau ke sana? Di dalam kampus dididik mengenai Pancasila, kebangsaan, tapi di luar kampus ada yang mendidik mahasiswa kita jadi ekstremis garis keras, jadi radikalis garis keras, lha untuk apa?,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengungkapkan pentingnya peranan rektor, misalnya saat ia menjadi mahasiswa UGM, di mana banyak mahasiswa yang terjangkit penyakit bersamaan seperti hepatitis dan tifus.

Baca Juga:  Masih Belum Ada Kepastian Kebenaran Penggerebekan Narkoba di Pendopo, Lucky Hakim Dilaporkan ke Polres Indramayu

“Karena apa? Warung-warung makan mencuci piringnya di ember, airnya satu ember, dipakai pagi sampai tengah malam. Berikan mereka air mengalir,” ujar Presiden Jokowi.

“Hal-hal kecil-kecil, tetapi ya percuma kalau orang sepintar apapun kalau tidak sehat, untuk apa? Itu yang tadi saya sampaikan, unggul dan utuh,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Sebelas Maret selaku Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Jamal Wiwoho, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(PP)

Share:

Baca Juga

nakes, rsud indramayu,

Daerah

Hari Dokter Nasional, Nakes Indramayu Belum Terima Honorarium
Presiden Jokowi, Jokowi,

Nasional

Perkembangan Covid-19 Hari Ini, Jokowi Ingatkan Jangan Lengah
ponpes, ponpes indramayu, ponpes alzaytun, al zaytun, al zaytun indramayu,

Nasional

Polemik Salat Ala Pesantren Al-Zaytun Indramayu, MUI: Sah, tapi Makruh
SDN Kedungdawa 2, kelas jauh, sekolah indramayu,

Daerah

Sahabat Peduli Kembali Kunjungi SDN Kelas Jauh Kedungdawa 2 di Desa Cikawung Indramayu
menulis, berpikir, puisi, sastra, trilogi,

Opini

Berpikir dan Menulis: Tanggapan Atas Trilogi Puisi
yayasan yatim indramayu, yayasan arrahimah abu hurairah indramayu, santri, pawai santri indramayu, santri indramayu, sambut ramadhan, ramadhan 1444 h, 1444 hijriah,

Daerah

Sambut Ramadhan 1444 H, Santri Arrahimah Abu Hurairah Pawai Berbagi Bunga Cinta Ramadhan
Ibu negara, jokowi, vaksinasi klaten

Nasional

Presiden Jokowi Pastikan Sendiri Vaksinasi Di Seluruh Tanah Air Berjalan Baik
WNI Eks ISIS Tulis Buku: 300 Hari di Bumi Syam

Nasional

WNI Eks ISIS Tulis Buku: 300 Hari di Bumi Syam