Indramayu – Kabupaten Indramayu menjadi daerah perioritas penuntasan kemiskinan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Pusat.
Bupati Indramayu, Nina Agustina dalam pemaparannya mengungkapkan program percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Indramayu perlu dukungan maupun percepatan penanganan, baik dari Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat.
Nina mencontohkan dua sektor untuk percepatan penuntasan kemiskinan, yakni sektor pendidikan dan kesehatan. Ia mengatakan akan membebaskan biaya pendidikan termasuk pungutan untuk buku mata pelajaran. Di sektor kesehatan, Nina menginginkan tidak ada biaya persalinan bagi warga miskin.
“Utamanya dengan 10 program unggulan yang sudah kami rencanakan dapat menangani percepatan kemiskinan ekstrim yang ada di Indramayu,” ujar Nina Agustina dikutip dari Diskominfo Indramayu, Rabu, (29/9).
Bupati Indramayu perempuan kedua itu juga berharap dapat menanggulangi kemiskinan secara bertahap. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Indramayu dapat meningkat.
Turut hadir dalam rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian (eks kapolri), Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Indramayu Nina Agustina di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat pada, Rabu, 29 September 2021.
Data IPM, Angka Kemiskinan, dan Jumlah Penduduk Miskin
Menurut data yang dimiliki oleh tjimanoek.com, IPM Kab. Indramayu dari 2018-2020 terus mengalami kenaikan. Perkembangan dari tahun 2018 hingga 2020 adalah sebagai berikut:
IPM 2018 (66,36 poin), 2019 (66,97 poin), dan 2020 (67,29 poin).
Apabila melihat data di atas, ada kenaikan 0,32 poin dari 2019 ke 2020.
Menariknya lagi, angka kemiskinan di Kab. Indramayu justru mengalami kenaikan. Angka kemiskinan dari tahun 2018-2020 sebagai berikut:
2018: 11,89 persen
2019: 11,11 persen
2020: 12,7 persen
Artinya, ada kenaikan sebesar 1,59 persen dari 2019.
Senada dengan angka kemiskinan, jumlah penduduk miskin di Kab. Indramayu juga mengalami peningkatan. Jumlah penduduk miskin dari tahun 2018-2020 adalah berikut ini:
2018: 204.180 jiwa
2019: 191.860 jiwa
2020: 220.310 jiwa
Ada kenaikan sebanyak 28.450 jiwa dari 2019 ke 2020.
(PP)















