Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 17 Oktober 2022 - 16:18 WIB

Bupati Nina dan Dirut PDAM Indramayu Kompak Terima Muri, Masyarakat: Penghargaan Untuk Siapa?

Bupati Indramayu Nina Agustina menerima piagam penghargaan tari topeng kelana terbanyak di Sport Center, Indramayu, Minggu, (16/10/2022). (foto: diskominfo indramayu).

Bupati Indramayu Nina Agustina menerima piagam penghargaan tari topeng kelana terbanyak di Sport Center, Indramayu, Minggu, (16/10/2022). (foto: diskominfo indramayu).

TJIMANOEK.COM, INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Ady Setiawan bersama-sama menerima penghargaan MURI (Museum Rekor-Duni Indonesia) saat acara live SCTV di lapangan Sport Center, Indramayu, Minggu, 16 Oktober 2022.

Bupati Nina dan Dirut Ady menerima kategori penghargaan berbeda. Bupati Nina mendapat muri karena telah melakukan tari topeng kelana terbanyak sejumlah 7.891 penari/orang. Para peserta atau penarinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SD, SMP, SMA, dan  PNS (Pegawai Negri Sipil) serta masyarakat umum. Sementara itu, Dirut Ady mendapatkan piagam penghargaan pemasangan instalasi PDAM serentak tanpa biaya atau gratis terbanyak sejumlah 1.495 unit.

Dari pengamatan tim tjimanoek.com, terlihat kedua piagam itu tercatat dengan nama Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.RA Bupati Indramayu dan Dr. Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., M.T Direktur Utama PDAM Kabupaten Indramayu. Piagam penghargaan muri tersebut menuai tanda tanya masyarakat. Sebab, piagam tertulis atas nama perorangan bukan mengatas namakan Pemerintah Kabupaten Indramayu, yang dimana pencapaian rekor itu dilakukan bersama-sama atas kontribusi masyarakat.

Keresahan dalam percakapan di masyarakat mencuat mempertanyakan, sebenarnya penghargaan itu untuk siapa? Karena di masing-masing piagam bukan atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu. Apabila berkaca pada daerah lain, piagam penghargaan muri disebutkan atas nama pemerintah daerah atau lembaganya. Salah satunya contohnya: Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia No. 9876/R.MURI/III/2021 Dianugerahkan Kepada “PT MRT Jakarta (Perseroda)” Atas Rekor “Operator Transportasi Publik yang Menyediakan Ragam Fasilitas Terbanyak untuk Penumpang Bersepeda”, Jakarta, 25 Maret 2021.

Baca Juga:  Kasus Pencabulan oleh Polisi di Cirebon, Ibu Korban: Hancur Masa Depan Anak Saya

Di sisi lain, sebagian besar orang tua pelajar yang dilibatkan merasa terbebani dengan biaya sewa maupun pembelian kostum tari topeng tersebut. Bukan hanya itu, para orang tua merasa tak sebanding antara latihan yang memakan waktu satu bulan lebih dengan pelaksanaan acara, melihat tempat (sepanjang jalan ahmad yani) terlalu ramai hingga tidak ada ruang.

“Orang tua siswa dan sekolah-sekolah menanggung sendiri biaya kostum, akomodasi, juga tetek bengeknya walaupun dengan ‘terpaksa’. Kenapa penghargaannya bukan atas nama seluruh masyarakat atau seluruh siswa se-Indramayu? Kenapa untuk perorangan? Sungguh tidak adil,” tulis Iis Aisyah di kolom komentar menanggapi piagam penghargaan tari topeng kelana Bupati Nina.

Salah satu pedagang bernama Dirman yang biasa berjualan di depan SDN Margadadi menceritakan, para orang tua murid yang ikut menjadi bagian peserta tari topeng berkeluh kesah soal biaya kostum dan pelaksanaan.

Baca Juga:  Kejari Indramayu Menduga Anggaran Makan dan Minum Belum Terserap, Wabup Lucky: Pasti Bodong

“Udah latihan berbulan-bulan di sana (jalan ahmad yani) hanya geleng-geleng kepala karena tempatnya sumpek. Belum lagi waktu, pas kirab di jadwal jam berapa mulainya jam berapa karena bupati ada rapat katanya. Sekarang juga sama mulainya (tari topeng) siang,” tutur Dirman.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina mengatakan, peghargaan tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Indramayu dan memperkenalkan budaya atau kearifan lokal.

“Semua ini kita persembahkan untuk Masyarakat Indramayu, dan juga tari topeng kelana adalah untuk kita mengingatkan kepada sang maestro Mimi Rasinah, hormat kami sebagai putra dan putri daerah Indramayu agar lebih mengenal kearifan lokalnya, bahwa kita mempunyai budaya lokal tari topeng,” kata Nina di panggung karnaval sctv yang disiarkan secara langsung, Minggu, (16/10/2022).

Sebelumnya, aksi massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indramayu menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Indramayu pada hari Selasa, 20 September 2022 lalu, dimana salah satu tuntutannya adalah membatalkan 6001 penari topeng yang biayanya dibebankan kepada wali murid dan dana bos tiap sekolah.

(TJ-1 / TJ1M / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

ilustrasi pencabulan, pemerkosaan, ayah tiri perkosa anak, cirebon, pencabulan di cirebon,

Daerah

Kasus Pencabulan oleh Polisi di Cirebon, Ibu Korban: Hancur Masa Depan Anak Saya
bupati indramayu, nina agustina, posyandu bojongsari, stunting,

Daerah

Stunting Indramayu Menurun dalam 3 Tahun Terakhir, Oushj Dialambaqa: Rumus Tukang Obat
dprd indramayu, dprd kab indramayu, dprd kabupaten indramayu, kantor dprd indramayu,

Daerah

Bupati Nina dan DPRD Indramayu Diduga Tabrak Aturan LKPJ 2021, Pemerhati: Celaka
dirut pdam indramayu, ady setiawan, pdam indramayu, pelecehan megawati, pdam indramayu, pdam tirta darma ayu kabupaten indramayu,

Daerah

Dirut PDAM Indramayu Diduga Palsukan Dokumen Negara
nina, bupati nina, upacara indramayu, nina agustina, bupati indramayu, HUT RI ke 77,

Daerah

Upacara HUT RI ke-77 Tanpa Wabup Indramayu Lucky Hakim, Kemana Rimbanya?
atlet gulat, atlet indramayu, porprov jabar, porprov xiv jabar 2022, olahraga, medali perak,

Daerah

Atlet Gulat Indramayu Ini Sumbang Medali Perak di Porprov XIV Jabar 2022
nina agustina, bupati nina, bupati indramayu, satgas bpr kr, satgas PDBPA, sekda indramayu, ojk, ojk pusat, ojk jakarta, ojk indramayu, persoalan bpr kr, masalah bpr kr,

Daerah

Soal Otoritas Jasa Keuangan Sebut Nina Agustina Kena Getah Perkara BPR KR Indramayu, PKSPD: OJK Diminta Loncat ‘Pagar’ Kok Mau?
pengadilan tinggi tata usaha negara jakarta, pttun jakarta, pengadilan jakarta, pengadilan administrasi,

Daerah

Gugatan Terhadap Bupati Indramayu Naik Banding