Menulis Kreatif

Home / Daerah

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:31 WIB

LPM Desa Setu Wetan Diduga Mengeruk Keuntungan Program Rutilahu PUPR Provinsi Jabar

Saat dilakukan pengukuran besi bantuan Rutilahu di Desa Setu Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat dilakukan pengukuran besi bantuan Rutilahu di Desa Setu Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Cirebon –  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Desa Setu Wetan, Kabupaten Cirebon diduga mengeruk keuntungan dari program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) PUPR Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, Banyak penerima manfaat yang mengeluhkan mengenai barang atau material yang datang dari toko penyedia tidak sesuai dengan rancangan belanja yang sudah dibuat dan di tentukan oleh penerima manfaat.

Kendati demikian, setelah ditelisik lebih lanjut ditemukan material yang tidak sesuai spesifikasi. Seperti salah satu penerima KPM (Keluarga Penerima Manfaat) lainya, yang mendapatkan bantuan atas program tersebut, merasa kecewa. Saat dikonfirmasi dikediamannya pada Kamis, (2/12/21). KH salah satu penerima manfaat mengatakan, kecewa karena barang yang tidak sesuai tidak dapat ditukarkan. “Yo ari mekenen sih kito karo anake kito kecewa, terus apan dituker jeh bloli (red: ya kalau begini sih, saya dan anak saya kecewa, terus mau ditukar kok tidak boleh),” tutur KH dengan bahasa Cirebon.

Baca Juga:  Gejolak Rutilahu Desa Setu Wetan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon: Saya Rapat Kerjakan

Lanjut KH, dirinya juga mengeluhkan bukan hanya bahan material seperti besi saja, bahkan jika dilihat dari HET (Harga Eceran Tertinggi) seperti Kayu Reng dengan harga 20 ribu perbatang sudah paling bagus, tetapi realisasi material kayu yang diterima KPM adalah seperti kayu kiloan dan jauh dari kualitasnya. “Kanggo wesi, isun dipaie pitung slup, jare e dipai rolas tapi nerimae pitu, malah isun tuku dewek siji maning di toko material gesik (red: untuk besi, saya dikasihnya tujuh slup, katanya dikasinya 12 tapi nerimanya 7, malah saya beli sendiri 1 lagi toko material di Desa Gesik.),” tutur KH dengan bahasa khas Cirebon.

Senada dengan KH, penerima lainya ialah SK adalah anak dari MH juga turut menuturkan hal yang sama. “Kami dapatnya 7 besi selup, dan untuk genteng kwalitasnya tidak bagus karena mudah pecah alias tipis.” kata SK.

Baca Juga:  Taman Puspawangi, Alun Alun Benteng Tirani Ketiga Bupati Nina

Sementara disisi lain, terkait kualitas material dari mulai besi, bata dan genteng yang tidak sesuai ditemukan kejanggalan, yang kini banyak dikeluhkan penerima dan disorot tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Hal tersebut diiketahui, dari berita acara pertama terkait material penggunaan besi berukuran diameter 10 dan 8, namun pada faktanya penggunaan besi 8 dan 6 sehingga membuat geram masyarakat dan mengambil inisiatif kroscek dilokasi tentang kebenaran keluhan penerima.

Di tempat terpisah, Tokoh Masyarakat setempat, Yogi angkat bicara,”Sungguh terlalu dan sangat biadab, dan ini akan kami tindaklanjuti ke proses hukum, dan kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” tegas Yogi, Kamis, (2/12/2021).

(RL)

Share:

Baca Juga

antikorupsi, harkodia, hari anti korupsi sedunia,

Daerah

Ingat Kasus Korupsi Belanja Makan dan Minum Rumah Tahfid? Ada 4 Paket Serupa Pada APBD 2022
nina, nina agustina, bupati indramayu, lucky hakim, wakil bupati indramayu,

Daerah

Aroma Tak Sedap Hubungan Nina-Lucky, Ada Apa?
baznas, baznas indramayu, baznas kabupaten indramayu, badan amil zakat nasional, alamat baznas indramayu, infak indramayu,

Daerah

Baznas Kabupaten Indramayu Tarik Infak Berkuitansi, PKSPD: Sangat Ngawur dan Keblinger
presiden jokowi, petani indramayu, sawah indramayu, padi, panen raya, hari tani nasional,

Daerah

Hari Tani Nasional, Berikut Keberhasilan Petani Indramayu
ilustrasi pencabulan, pemerkosaan, ayah tiri perkosa anak, cirebon, pencabulan di cirebon,

Daerah

Kasus Pencabulan oleh Polisi di Cirebon, Ibu Korban: Hancur Masa Depan Anak Saya

Daerah

Program Kota Tanpa Kumuh, PKSPD: Kotaku Kumuh
pos polisi indramayu,

Daerah

Hati-hati, Gage di Kabupaten Indramayu Sudah Berlaku
panrb, polisi, kepolisian, kepolisian ri,

Daerah

Polres Indramayu Tidak Berpredikat Pelayanan Prima, Panji: Wajar, Urusan Parkir Saja Belum Bisa Diselesaikan