Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 16 Mei 2022 - 10:06 WIB

DLH Indramayu Klaim Air Limbah TPA Di Bawah Baku Mutu Lingkungan, Omong Kosong?

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman saat acara halal bihalal di kantor DPRD Kab.. Indramayu, Senin (9/5/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman saat acara halal bihalal di kantor DPRD Kab.. Indramayu, Senin (9/5/2022).

TJIMANOEK.COM, Indramayu – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman mengklaim hasil uji lab dari air limbah atau rembesan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat di bawah baku mutu lingkungan.

“Hasil uji lab limbah cair masih di bawah baku mutu lingkungan dan limbahnya juga parameter-parameter organik, karena sampahnyakan sampah organik. Sejauh ini aman cuman pada saat musim hujan saja limbah cair melimpah atau meluap. Memang perlu di antisipasi,” kata Aep yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan saat acara halal bihalal di kantor DPRD Kab. Indramayu, Senin (9/5/2022).

Ia kemudian mengatakan, hasil uji lab air limbah TPA Pecuk belum bisa dipublikasikan. “Data dari lab sudah ada pada kita dan juga sudah kita baca. Hasil dari lab belum bisa dipublikasikan karena itu baru lab independen kita, tidak bisa dipublis itu hanya untuk monitoring dan pengawasan kita,” ungkap Aep.

Lanjutnya, “Hasil lab sudah diketahui cuman tidak dipublikasikan dengan alasan labnya kan belum terakreditasi. Kita hanya pengawasan dan monitoring saja, ya kalo mau ya nanti di lab independen,” ucapnya.

Aep juga mengatakan bahwa aliran selokan yang mengelilingi TPA Pecuk akan direvitalisasi. “Nanti selokan itu mau dibangun oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) karena milik BBWS, bukan tanah kita. Kemarin sudah disurvei,” pungkas Plt. DLH Indramayu, Aep Surahman.

Baca Juga:  Polres Indramayu Menyembunyikan Nama Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi BPBD, Ada Apa?

Sementara itu, Pemerhati Hukum Panji Purnama mengatakan, sah-sah saja Dinas Lingkungan Hidup Kab. Indramayu mengklaim hasil uji lab di bawah mutu baku lingkungan. Tetapi, kata Panji, ada fakta yang tidak bisa dikesampingkan.

“Boleh saja Plt Dinas Lingkungan Hidup Aep Surahman mengatakan dan atau mengklaim hasil uji lab air TPA Pecuk masih di bawah mutu baku lingkungan. Tetapi kita sebagai orang intelek atau berpendidikan harus rasional melihat suatu kondisi apapun, tak terkecuali mengenai limbah tersebut,” kata Panji Purnama kepada tjimanoek.com, Sabtu (14/5/2022).

Ia menjelaskan bahwa ada fakta sawah yang terdampak limbah cair TPA Pecuk. “Jelas ada fakta bahwa sawah salah satu petani terkena dampak air limbah TPA Pecuk yang menyebabkan kerugian signifikan. Cara berpikirnya, yakni sawah atau padi tidak akan mati jika air tak mengandung senyawa berbahaya. Itu logis dan sangat rasional,” terangnya.

“Sementara kita lihat realitanya ada sawah seluas kurang lebih 6300 meter gosong atau gagal akibat limpahan air TPA. Tidak tanggung-tanggung, dari luas sawah tersebut bisa menghasilkan 4 ton, tetapi sebagiannya gosong, sehingga hanya menghasilkan 2 ton saja. Nah, apabila air rembesan TPA di bawah mutu baku lingkungan sebagaimana diklaim oleh Plt DLH Aep Surahman, tidak mungkin dong sawah atau padi petani mati? Kejadiannya justru sebaliknya, maka dapat dikatakan bahwa air TPA Pecuk mengandung senyawa yang berbahaya bagi tanaman, dalam hal ini padi dan bahkan lingkungan,” jelasnya.

Undang-undang, kata Panji, mengharuskan pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan. “UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup membebankan pemerintah daerah dan atau Bupati untuk menjaga lingkungan yang baik dan sehat, bukan sebaliknya,” ucap Panji.

Baca Juga:  Dugaan Adanya Jual Beli Kepentingan pada Rotasi Jabatan di Pemda Indramayu

Ia juga mengatakan sudah memiliki sampel yang akan diteliti lebih jauh. “Sampel air limbah atau rembesan TPA Pecuk rencananya akan dilihat kandungannya. Ini mandiri dari teman-teman mahasiswa, sehingga kita akan jelas memiliki data kandungan air tersebut. Insyaallah ini akan berjalan. Doakan saja,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Panji, permasalah TPA Pecuk ini dari tahun ke tahun selalu sama. Ditambah tidak ada tindakan konsisten dari pemerintah daerah maupun Bupati Indramayu. “Persoalan ini dari tahun ke tahun tidak pernah tuntas. Jika Bupati Nina benar-benar berprestasi seperti banyak media yanh meliput, buktikan dong tuntaskan persoalan lingkungan dan soal-soal lainnya. Jangan-jangan tidak aware dengan kondisi problem (masalah) daerah ini. Lantas apa gunanya bermartabat? Sebab, apabila salah mendiagnosis masalah akan salah juga penyelesaiannya,” ungkap Pemerhati Hukum, Panji Purnama.

(Tosim / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

bupati nina, bupati indramayu, nina agustina, vaksinasi anak indramayu,

Daerah

Ada Pertamina Balongan, Mengapa Kecamatan Balongan Tertinggi Angka Stunting?
polda jabar, polda jawa barat, polisi daerah, polisi bandung, kapolres indramayu, kasi propam polres indramayu, penyalahgunaan wewenang kapolres indramayu, akbp m fahri siregar,

Daerah

Polda Jabar Menyelidiki Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kapolres Indramayu
kammi indramayu,

Daerah

Pengurus KAMMI Indramayu 2021-2023 Resmi Dilantik
DPW KNTI Jabar Akan Gelar Kemah Bersama

Daerah

DPW KNTI Jabar Akan Gelar Kemah Bersama
polres indramayu, kapolres indramayu, kanit satu jatanras, uni satu reskrim polres indramayu, kasat reskrim polres indramayu, polisi indramayu, maling indramayu, kejahatan indramayu,

Daerah

Polres Indramayu Hanya Menunggu Audit, Pelapor Ajukan Keberatan Penghentian Penyelidikan ke Polda Jabar
ady setiawan, dirut pdam indramayu, program debas, debas, launching debas,

Daerah

Dirut PDAM Ady Setiawan Sebut Debas Inovasi, Direktur PKSPD: Dlebus
nina agustina, bupati indramayu,

Daerah

Bupati Nina Hobi Mengumbar Retorika Politis
nina, nina agustina, bupati nina, bupati indramayu, nina agustina dai bachtiar, anak jenderal, anak polisi, nadran indramayu, perayaan pesta laut, nadran 2023,

Daerah

Bupati Nina Diolok-olok Setelah Buat Konten Minta Masyarakat Di Perantauan untuk Pulang ke Indramayu