Menulis Kreatif

Home / Daerah

Selasa, 5 Oktober 2021 - 13:23 WIB

Dua Orang Petani Tebu Tewas Diserang di Kebun Garapannya

Para petani yang mencari pelaku pembunuhan terhadap dua orang petani tebu, Senin 4 Oktober 2021.

Para petani yang mencari pelaku pembunuhan terhadap dua orang petani tebu, Senin 4 Oktober 2021.

Indramayu – Dua orang petani tebu, yaitu Suwenda asal Desa Sumber Kulon dan Yayan warga Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tewas setelah diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di kebun tebu garapannya di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Indramayu pada, Senin, 4 Oktober 2021.

Dua orang petani tebu yang tewas tersebut merupakan penggarap lahan milik Pabrik Gula Jatitujuh. Keduanya harus meregang nyawa di lahan garapannya.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Lukman Syarif mengatakan para petani tidak tahu menahu. Hanya saja para petani dimanfaatkan oleh salah satu kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Baca Juga:  Pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK 2021 Indramayu Akan Dilakukan Di Gedung PGRI

“Petani tidak tahu apa-apa. Mereka hanya dimanfaatkan para gerombolan preman yang berkedok LSM. Kami lakukan tindakan tegas supaya tidak ada lagi aksi premanisme yang menjadi petani sebagai obyek,” kata Lukman, Selasa (5/10).

Lukman menjelaskan garapan lahan tebu itu sudah dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sementara itu, FKAMIS sudah ditawari kemitraan oleh Pabrik Gula Jatitujuh.

Baca Juga:  Bupati Indramayu Lakukan Panen Padi Varietas Cisantana

“Namun karena alasan berbelit-belit, FKAMIS menolak kemitraan itu. Mereka (FKAMIS) malah mengintimidasi, memprovokasi sehingga terjadi tindakan kriminal (dua orang tewas) terhadap petani penggarap,” beber Kapolres Indramayu, AKBP Mokhamad Lukman Syarif.

Polres Indramayu saat ini berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan dan 10 orang dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu (FKAMIS). Demi keamanan, sebanyak 19 orang petani diamankan di Mapolres Indramayu.

(PP)

Share:

Baca Juga

calon bupati indramayu, paslon kosong tiga, nina agustina, anak dai bachtiar, nina, bupati nina,

Daerah

Lucky Hakim Bantah Tuduhan Bupati Nina Mengenai Datang ke Indramayu karena Dibayar
panen padi indramayu, bupati indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Indramayu Lakukan Panen Padi Varietas Cisantana
bupati nina, nina agustina, bupati indramayu, pt polytama propindo,

Daerah

Bupati Nina Sebut IPM Rendah Salah Perhitungan, PKSPD: Mengedepankan Logika dan Argumentasi “sampah”
bupati nina lantik sekda, bupati indramayu, dewas pdam indramayu, rinto waluyo, pdam indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Nina Lantik Sekda Jadi Dewas PDAM Indramayu, Rangkap Jabatan!
dprd indramayu, dprd kab indramayu, dprd kabupaten indramayu, kantor dprd indramayu,

Daerah

Bupati Nina dan DPRD Indramayu Diduga Tabrak Aturan LKPJ 2021, Pemerhati: Celaka
nina, nina agustina, bupati nina, bupati indramayu, kadis indramayu, sepatu, sedekah 1000 sepatu, bupati nina bagi bagi sepatu,

Daerah

Direktur PKSPD Bongkar Kebusukan Bupati Nina

Daerah

Sempat Level 4, Kini Indramayu Terapkan PPKM Level 2
alun-alun, alun-alun indramayu, alun-alun puspawangi, alun-alun idm, alun alun pendopo indramayu, puspawangi,

Daerah

Alun-Alun Puspawangi Indramayu Masuk Babak Baru, Menyerap APBD 2023 Rp3 Miliar untuk Pemeliharaan Menjadi Pertanyaan Publik