Jakarta – Tempo dalam beritanya mengungkapkan ada dua nama pejabat Indonesia yang memiliki aset dan perusahaan cangkang di negara bebas pajak.
Dua pejabat yang diungkap Tempo, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Menurut Tempo berdasarkan dokumen Pandora Papers, Airlangga bersama Gautama Hartato (adik Airlangga) tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Island. Perusahaan tersebut mempunyai yurisdiksi bebas pajak di kawasan Karibia.
Airlangga mempunyai dua perusahaan: Buckley Development Corporation dan Smart Property Holding Limited. Sedangkan perusahaan Gautama adalah Ageless Limited.
Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan juga tercatat pernah mengikuti langsung rapat direksi perusahaan Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama.
Luhut pun pernah menjabat Presiden Petrocapital setelah ditunjuk pada 2007. Pada pertemuan itu dilakukan pengesahan perubahan nama perusahaan Petrostar International SA menjadi Petrostar-Pertamina International SA.
Perusahaan Petrostar Pertamina International SA mempunyai tugas mengangkut dan memproduksi minyak bumi. Termasuk kegiatan ekspor sampai impor. Namun, pada Juli 2010 dewan direksi membubarkan perusahaan tersebut dalam rapat luar biasa.
Pandora papers merupakan dokumen berisi bocoran data finasial dari 14 agen perusahaan di negara suaka pajak. Data dengan ukuran terabita tersebut diperoleh oleh Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif (International Consortium of Investigative Jurnalists, ICIJ) dari sumber anonim.
Proyek kolaborasi Pandora Papers ini melibatkan 600 an jurnalis dari 150 media di 117 negara. Tempo menjadi salah satu media yang terlibat dalam proyeksi tersebut.
(PP)















