Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh dan tanda kehormatan kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang gugur bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 10 November 2021.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 109/TK/TH 2021 tanggal 25 Oktober 2021, keempat tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional adalah Almarhum Tombolotutu (tokoh dari Provinsi Sulawesi Tengah), Almarhum Sultan Aji Muhammad Idris (tokoh dari Provinsi Kalimantan Timur), Almarhum Haji Usmar Ismail (tokoh dari DKI Jakarta), dan Almarhum Raden Aria Wangsakara (tokoh dari Provinsi Banten).
Sedangkan, Tanda Kehormatan Bintang Jasa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110/TK/TH 2021 tanggal 25 Oktober 2021 diberikan kepada 300 tenaga kesehatan yang gugur karena Covid-19 diwakili oleh: Almarhum dr. I Ketut Surya Negara, SP.OG (K)-KFM, M.A.R.S., dokter pada RSUP Sanglah Denpasar (menerima Bintang Jasa Pratama); Almarhumah Sucilia Indah, AMK, perawat pada RSUP Dokter Sitanala Tangerang (mewakili 221 penerima lainnya menerima Bintang Jasa Pratama); dan Almarhumah Emialoina Lasia Carolin, bidan pada Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan, DKI Jakarta, (mewakili 76 penerima lainnya menerima Bintang Jasa Nararya).
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta para tamu undangan terbatas lain memberikan ucapan selamat kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan, pemberian tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan daerah yang masih sedikit menerima penghargaan kepahlawanan.
“Daerah-daerah yang belum dapat atau yang masih sangat sedikit diberikan penghargaan itu kepada pahlawannya, tentu kepada pahlawannya. Daerah yang sudah banyak kita pertimbangkan untuk tetap menunggu karena semua yang diajukan itu memang orang-orang terbaik dan sudah berjuang kepada bangsa dan negara. Tetapi juga anugerah itu diberikan secara sangat selektif dan jumlahnya juga tidak jor-joran tapi juga ada batasnya sehingga lalu diranking siapa yang paling layak tahun ini,” ujar Menko Mahfud dikutip dari laman presidenri.go.id.
Hadir dalam acara, ahli waris dari para tokoh yang sekaligus mewakili para penerima gelar dan penghargaan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
(PP)















