Menulis Kreatif

Home / Daerah

Selasa, 15 Februari 2022 - 15:10 WIB

Syakur Yasin Bilang Bupati Nina Jangan Direcoki, PKSPD Bilang Apa?

Buya Syakur Yasin bersama dengan Bupati Indramayu Nina Agustina.

Buya Syakur Yasin bersama dengan Bupati Indramayu Nina Agustina.

TJIMANOEK.COM, Indramayu – Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, Syakur Yasin mengatakan, Bupati Indramayu Nina Agustina memiliki semangat tinggi untuk melakukan perubahan-perubahan maupun pembangunan terhadap Kabupaten Indramayu.

“Saya amati Ibu Nina punya semangat tinggi untuk membangun. Jadi semua elemen hendaknya membantu, bukan malah merecoki,” tegas Syakur dikutip dari berbagai media, Jumat, 28 Januari 2022.

Secara implementatif, kata Syakur dikutip dari media online cirebonraya, semangat Nina ditunjukkan dengan banyaknya penghargaan yang diperoleh baik dari daerah maupun nasional. Penghargaan, bagi Syakur, menjadi salah satu indikator konsep terarah program Bupati Indramayu Nina Agustina dalam memimpin Indramayu.

“Sama seperti masa kepemimpinan Pak Yance, ada banyak gangguan di awal-awal beliau menjabat bupati. Tapi semua bisa dilalui. Dan saya yakin ibu Nina juga akan mampu melewatinya karena punya semangat tinggi. Pokoknya saya pertegas, jangan direcoki,” ucap Syakur.

Bupati Indramayu, Nina Agustina mengatakan, terima kasih atas dukungan yang diberikan Syakur Yasin. Selain itu, dirinya siap diingatkan jika ada kekeliruan-kekeliruan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Alhamdulillah terima kasih Pak Kiai atas dukungannya untuk Pemkab Indramayu dan masyarakat. Insya Allah, saya secara pribadi akan menjalankan amanah dengan baik. Ingatkan saya kalau saya keliru,” kata Nina.

Kehadiran Bupati Nina ke Ponpes Candangpinggan itu dalam agenda penerimaan tanah wakaf untuk Kabupaten Indramayu. Tanah wakaf tersebut seluas 9.800 meter persegi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pendidikan serta upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Indramayu yang tergolong rendah se-Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, O’ushj Dialambaqa mengatakan, ada dua makna dalam membaca pernyataan Syakur Yasin.

Baca Juga:  Kondisi Ekonomi Dikuesioner

“Penegasan Syakur Yasin bahwa Bupati Nina jagan direcoki, mengandung dua tafsir dan pemaknaan untuk pembacaannya,” kata O’ushj kepada tjimanoek.com, Selasa, 15 Februari 2022.

Ia kemudian menjelaskan dua makna besar atas pernyataan Syakur Yasin. “Pertama, apa yang dikatakannya jika merupakan fakta, data dan realita bahwa yang merecoki Bupati adalah soal mereka ingin dapat kue APBD untuk kepentingan perutnya sendiri, apakah itu yang merecoki adalah para pendukung, pengusung, politisi, parpol,  buzzer dan atau para penghamba kekuasaan yang berada dalam sumbu kekuasaan dan atau yang telah merasa berjuang mensukseskan Nina menjadi Bupati,” jelasnya.

“Jika itu yang dimaksud Syakur Yasin, maka itu penegasan yang benar dan memang harus seperti itu, tidak direcoki dalam tata kelola pemerintahannya, sehingga Bupati tidak menjadi sesat kebijakan dan tidak sesat jalan,” imbuhnya.

Kedua, kata O’ushj, merecoki dalam pengertian kepada pengkritik kebijakan Bupati Nina. “Kedua, jika Syakur Yasin itu maksudkan bahwa civil society (masyarakat sipil) kritis yang mencoba mengawal kebijakan Bupati untuk tidak sesat jalan atau sebagai kewajiban konstitusional dalam bentuk partisipasi publik atau kritik pedas atas kebijakan Bupati yang menabrak regulasi dengan maksud agar Bupati tidak sesat dan bisa membangun daerah, kemudian dipahami sebagai merecoki Bupati Nina, itu berarti Syakur Yasin telah menggerhanakan matanya dalam melihat dan membaca fakta, data dan realita dalm tata kelola pemerintahannya,” jelasnya.

“Jika benar posisi Syakur Yasin pada cara pandang kedua, berarti Syakur Yasin tengah mencoba untuk menerobos logika dan akal waras atas kewarasannya sedang mempertontonkan tesis sebagai premisnya adalah eksistensi itu mendahului esensi. Padahal, eksistensi(al) itu meng-ada karena esensi(al) itu. Wujud itu meng-ada karena maujud itu sendiri. Jika esensial itu meniada maka eksistensial menjadi tidak bernilai atau hanya sebagai patung hidup dalam peradaban umat manusia,” lanjutnya.

Baca Juga:  Perkada APBD 2023 Masih Sulit Diakses Publik dan DPRD Kabupaten Indramayu

O’ushj mengutip pikiran Descrates mengenai akal untuk mencari kebenaran. “Maka Rene Descrates bilang, aku ada karena aku berpikir, karena berpikir aku ada. Eksistensi mengikuti esensi. Bupati itu eksistensinya sedangkan Kebupatian itu adalah esensinya. Bukan dibalik-balik. Bupati itu wujudnya, tetapi kemaujudannya adalah Kebupatiannya,” ucapnya.

Lanjut, “Syakur Yasin dengan penegasannya bahwa jangan merecoki Bupati Nina adalah dalam konteks terbalik,” kata O’ushj.

“Cara pandang dalam penegasan seperti itu, karena Syakur Yasin telah menggerhanakan matanya dalam melihat dan membaca fakta, data dan realitas Kebupatiannya sementara ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, jangan sampai terulang kembali seperti masa kepemimpinan Bupati Yance, dimana yang terjadi justru sebaliknya. “Syakur Yasin tidak mau belajar membaca pada realitas kepemimpinan Yance yang berujung tragis, meski mendapatkan gelar Akhlakul Karimah, tetapi kebenaran membuktikan kebalikkannya, sejarah hitam dalam catatan peradaban yang menjadi fakta dan realitas konkretnya. Kemudian itu dinarasikan untuk Bupati Nina. Sungguh memilukan,” katanya.

“Jika seperti itu, Bupati Nina akan tersesat karena puja, puji dan sanjungan, dan lebih celaka lagi jika Bupati Nina merasa tersanjung, dan apa yang dikatakan Syakur Yasin sebagai petuah yang menyalakan spirit eksistensi dirinya sebagai Bupati, padahal itu akan menenggelamkan Kebupatiannya sebagai esensialnya,” pungkas Direktur PKSPD, O’ushj Dialambaqa.

(TJ-99 / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

bupati indramayu, bupati, nina agustina, bupati nina, megawati soekarno puteri, puan maharani, ketua dpr ri, ketua umum pdi perjuangan,

Daerah

Bupati Nina Bertemu Megawati dan Puan di Korea Selatan, Siapa Gantikan Tugas Bupati Indramayu?
nina marah, nina agustina, dai bachtiar, pendukung lucky hakim, bupati nina, bupati indramayu, pilkada indramayu, pilkada indramayu 2024,

Daerah

Cabup Indramayu Nina Agustina Marah pada Pendukung Lucky Hakim yang Acungkan Dua Jari
MoU, Kejaksaan Negeri Indramayu,

Daerah

Kejari Indramayu Tanda Tangani MoU dengan Perum Bulog
andi purnomo

Daerah

LSM FKAMIS yang Terseret Atas Dugaan Pembunuhan Petani Tebu, Kesbangpol: Tidak Terdaftar
bupati nina lantik sekda, bupati indramayu, dewas pdam indramayu, rinto waluyo, pdam indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Nina Lantik Sekda Jadi Dewas PDAM Indramayu, Rangkap Jabatan!
yayasan yatim indramayu, yayasan arrahimah abu hurairah indramayu, santri, pawai santri indramayu, santri indramayu, sambut ramadhan, ramadhan 1444 h, 1444 hijriah,

Daerah

Sambut Ramadhan 1444 H, Santri Arrahimah Abu Hurairah Pawai Berbagi Bunga Cinta Ramadhan
bem si, badan eksekutif mahasiswa seluruh indramayu,

Daerah

BEM SI Gelar Aksi Peringatan HAM Internasional tanpa Ditemui Anggota DPRD Indramayu
satpol pp, satpol pp indramayu, kamsari, kamsari sabarudin, teguh budiarso, kasatpol pp indramayu, beking narkoba,

Daerah

Soal Kabid Gakda Satpol PP Indramayu Beking Narkoba-Miras, Polisi: Ada Mekanisme Pemkab