Menulis Kreatif

Home / Opini

Sabtu, 11 Juni 2022 - 14:05 WIB

Kenangan Gambir

Panji Purnama.

Panji Purnama.

TJIMANOEK – Penasaran sekali dengan moda transporatasi Kereta Api Indonesia (KAI) rute Bandung- Jakarta. Begitu sebaliknya: Jakarta (Stasiun Gambir) – Bandung. Akhirnya saya mencoba untuk datang ke Jakarta dari Stasiun Kiaracondong, Bandung.

Kenapa tidak langsung saja di stasiun Bandung? Karena yang mensponsori perjalanan itu telah memesan tiket Bandung-Jakarta untuk berangkat dari Stasiun Kiaracondong. Yaa sudah tidak apa-apa. Toh, saya juga belum pernah datang ke stasiun kiaracondong. Jadi tidak begitu menjadi masalah besar bagi saya.

Jarak antara Ibu Kota Provinsi dan Ibu Kota Negara hanya 150 kilo meter. Kereta yang membawa saya berhasil mencatatkan waktu 3 jam dengan transit (berhenti sementara) di tujuh stasiun—Bandung, Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Cikampek, Karawang, dan Bekasi. Setelah melewatinya, saya sampai di stasiun tujuan, Stasiun Jatinegara.

Di Stasiun Jatinegara, saya melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau yang dikenal dengan KRL (Kereta Listrik). Infrastruktur stasiun jatinegara sudah sangat baik. Sebelumnya (1/2 tahun lalu), lantai atas masih dalam tahap pembangunan. Tapi tidak di hari Sabtu, (4/6) siang itu.

Masalah transportasi, Jakarta memang kota yang paling memadai. Sekarang hampir semua daerah terintegrasi—pilih saja: KRL atau transjakarta. Kalau saya lebih sering menggunakan KRL. Alasannya: saya dapat menjangkau berbagai daerah (tujuan) dengan naik-turun angkutan yang tidak membutuhkan waktu yang lama.

Baca Juga:  BPK RI Pwk Jawa Barat dan DPRD Indramayu Patut Disoal dan Dipersoalkan

Tidak lama saya di Jakarta. Saya pulang ke Bandung melalui Stasiun Gambir. Statiun penuh kenangan bagi banyak orang, begitupun dengan saya. Saya tercatat telah datang untuk pulang ke Indramayu. Meskipun tidak begitu sering.

Untuk menjangkau stasiun gambir di Jalan Medan Merdeka Timur Jakarta dari stasiun palmerah itu, saya harus memilih akan turun di stasiun gondangdia atau stasiun djuanda. Sebab, KRL tidak berhenti di stasiun gambir. Saya pun lebih memilih untuk turun di stasiun djuanda.

Sebelum sampai di stasiun djuanda, KRL akan transit di statiun besar, yaitu manggarai. Setelah itu menaiki kereta tujuan akhir Jakarta Kota. Betapa terkejutnya saya melihat stasiun manggarai yang begitu besar. Ternyata infrastrukturnya sudah siap.

Saya sudah mendengarkan kabar bahwa Stasiun Manggarai akan dijadikan statiun utama Jakarta beberapa tahun lalu. Jadi jika Anda (pembaca Catatan Panji Purnama) ingin pergi ke Jakarta, pasti akan diturunkan di stasiun manggarai itu. Tidak lagi seperti dulu, yang turun di stasiun gambir dengan suguhan pemandangan Monas (Monumen Nasional) dari jendela kereta. Kenangan bukan? Karena nantinya kita tidak akan bisa turun langsung di stasiun gambir.

Baca Juga:  Rocky Gerung Dilarang Berbicara Seumur Hidup (Studi Kasus Gugatan Perdata ADT-Perkomhan-DPP. TMP-PDIP) Bagian 3 dari 5 Tulisan

Oh iya, kalian juga akan dipermudah dengan kereta bandara yang mengarah ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dari stasiun manggarai. Jadi jika kalian ingin pergi study, liburan, atau apapun yang mengharuskan flight (terbang) dari bandara soetta. Kalian bisa melakukannya dengan KAI menuju stasiun manggarai.

Dari stasiun manggarai, kalian bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan KAI Bandara untuk sampai di bandara soetta. Kurang lebih hanya 1 jam perjalanan. Saya pernah mencoba KAI Bandara itu. Sudah lama, satu tahun lalu. Harga tiketnya waktu itu masih Rp 75.000,-

Pada saatnya nanti, stasiun gambir akan dikenang sebagai statiun akhir yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia dengan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. Tugas itu akan diambil alih oleh stasiun manggarai yang kini (Minggu, 5 Juni) sudah terlihat kesiapannya. Selamat jalan gambir, kau berhenti beroperasi untuk selalu dikenang. (PANJI PURNAMA)

Share:

Baca Juga

oushj dialambaqa, direktur pkspd,

Opini

Supersemar Masihkah Harus Dipertanyakan? (Surat Perintah 11 Maret 1966)
lucky hakim syaefudin indramayu,

Opini

Kondisi Ekonomi Dikuesioner
panji purnama, catatan panji purnama, panji, catatan panji p,

Opini

Pandangan Hukum Terhadap Penetapan Dirut PDAM
polisi indonesia

Opini

Polisi Trending
gedung tncc polri, mabes polri, divpropam polri, biro paminal polri, gedung presisi polri, mabes polri jakarta,

Hukum

Lelucon Polri
panji purnama, catatan panji purnama, panji, catatan panji p,

Opini

Hukum Pidana dalam UU Lalu Lintas
panji purnama, catatan panji purnama, panji, catatan panji p,

Hukum

Surat Kepolisian
Oushj dialambaqa, dirut pdam, penyair singaraja,

Hukum

Mahkamah Konstitusi Vs Mahkamah Keluarga dan Kedaulatan Uang (Studi Kasus Putusan MK: Batas Usia Capres-Cawapres) Bagian 1 dari 2 Tulisan