Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 7 Februari 2022 - 12:30 WIB

Makhluk Astral IBangga, Ketentraman, Kebagiaan dan Kemandirian, Indramayu Teratas SeJabar. Apa Kata PKSPD?

Bupati Nina Agustina saat menghadiri acara PETANESIA Periode 2022-2026.

Bupati Nina Agustina saat menghadiri acara PETANESIA Periode 2022-2026.

TJIMANOEK.COM, Indramayu – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu merilis data Indeks Pembangunan Keluarga (IBangga) di Pendopo Indramayu pada, Jumat, 4 Februari 2022.

Menurut data yang dihimpun oleh tjimanoek, dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu menempati posisi teratas. Adapun data itu memuat tiga kriteria, yaitu Indeks Ketentraman (56,40), Indeks Kemandirian (51,27), dan Indeks Kebahagiaan (52,76). Dari kriteria-kriteria tersebut apabila dirata-ratakan sebesar 53,48.

Pencapaian IBangga itu dilakukan oleh Pemerintah Pusat sepanjang tahun 2021. Angka tersebut merupakan hasil dari Pendataan Kependudukan (PK) pada tahun yang sama.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu, Takmid menjelaskan, kriteria-kriteria itu merupakan penilaian dari Pemerintah Pusat. “Jadi kriteria ini bukan dari kami, tetapi dari pemerintah pusat melalui kegiatan PK secara Nasional,” jelas Takmid, Jumat, (4/2/2022).

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, O’ushj Dialambaqa mengatakan, survei IBangga itu sebagai mahluk astral yang tidak tahu berasal dari planet mana.

“Makhluk astral dari planet mana lagi yang memberikan penghargaan atau meletakan Im (Indramayu) daerah teratas dalam hal kriteria Indeks Ketentraman (56,40), Indeks Kemandirian (51,27), dan Indeks Kebahagiaan (52,76), dengan kriteria rata-rata menjadi 53,48, menempati posisi teratas Kabupaten/Kota se-Jabar,” kata O’ushj Dialambaqa pada Senin, 7 Februari 2022.

“Pusat (red: Pemerintah Pusat) suka sekali membuat panorama fatarmorgana buat orang dari jauh melihatnya. Sudah lenyapkah kejujuran atau integritas birokrasi dan kekuasaan melihat yang nyata-nyata kemudian menjadi kebalikannya yang dinyatakan,” lanjutnya.

O’ushj juga mengatakan, survei itu jauh dari kewarasan dan nalar manusia yang sehat. “Hanya kita orang yang sudah hilang kewarasannya dan hanya kita yang hilang otaknya sehingga dengkul yang bicara,” sebutnya.

Ia membeberkan realita yang terjadi di Kabupaten Indramayu, di mana masyarakatnya masih susah untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokok.

“Bagaimana mungkin, cari duit untuk kebutuhan pokok saja susah setengah mati. Usaha sulit setengah mati. Kemiskinan dimana-mana, karena 40% masyarakatnya masih menerima bansos (bantuan sosial). Sekolah mahal dan banyak yang tak bisa menyekolahkan anaknya dan seterusnya. Setiap musim taman kelangkaan pupuk dan air yang jika musim hujan banjir kemudian para petani dibilang bahagia, dan lainnya kemudian dibilang bahagia sehingga Indeks Kebahagiaanya fantastis,” jelas O’ushj.

Baca Juga:  Sidang Lanjutan Gugatan Terhadap Bupati Indramayu, Para Pihak Tidak Hadirkan Saksi

“Anak-anak muda pencari kerja dengan membludaknya angkatan kerja lulusan sekolah. Sedangkan lapangan kerja tak banyak, membuat mereka dan para orang tua resah dan gelisah, dan masyarakat juga susah mencari kerja, lantas bisakah dikatakan tentram (Ketentraman), bahagia (Kebagiaan) dan mandiri (kemandirian)? Hanya kita yang sudah gila saja yang akan mengatakan tentram, bahagia dan kemandirian,” terangnya.

O’ushj menyebut masih banyak terjadi tindak pidana kekerasan dan penyalah gunaan obat-obatan. “Bagaimana mungkin kita bahagia dan tentram setiap hari terjadi tindak kriminal, begal, maling, jambret sehingga membuat ketakutan dan menjadi keresahan masyarakat. Narkoba, pelacuran, judi dan miras di mana-mana, lantas dibilang tentram dan bahagia, tetapi Indeks Ketentraman dan Kebahagiaaanya fantastis. Bagaimana mungkin itu terjadi,” tanya O’ushj.

“Korupsi masih merajalela, ketidakadilan merajalela. Yang kuasa menindas, dan masyarakat bagaikan keledai dungu, lantas Indeks Kebahagian dan Ketentraman memunculkan angka fantastis gaibnya. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi,” tanyanya lagi.

Ia lantas menanyakan kembali soal ketentraman dan kemandirian. “Bagaimana mungkin para petani tentram dan mandiri sedangkan kebutuhan akan air untuk sawahnya saja masih bergantung pada daerah lain. Kelangkaan pupuk dan melonjaknya harga-harga pupuk karena mafia pupuk hidup bebas, lantas bisakah petani dibilang tentram dan mandiri? Sungguh omong kosong, bukan?,” tanyanya kembali.

“Jalan-jalan ekonomi rusak dan infrastruktur ekonomi berantakan di mana-mana, bisakah masyarakatnya dibilang tentram dan bahagia, di mana setiap waktu mengintai nyawa dalam perjalanan mencari kehidupan. Potensi kecelakan setiap hari terbuka lebar dengan jalan-jalan yang rusak. Tentram dan bahagiakah? Atau keresahanlah yang sesungguhnya meng-ada,” ucapnya.

Korupsi, kata O’ushj, masih marak terjadi, baik di daerah maupun pusat. Ditambah dengan hutang yang semakin membengkak. “Bagaimana mungkin, masyarakat masih banyak terjerat lintah darat, lintah laut, lintah udara dalam kehidupannya kemudian dibilang punya kemandirian. Bagaimana mungkin masyarakat yang masih 40% menerima bansos dan lainnya menanti uluran tangan dibilang kemandirian. Pemerintahnya saja belum bisa membangun kemandirian, hutang luar negeri terus membengkak karena kekuasaan yang korup, menjadikan negara bergantung hidup matinya kepada negara lain atau negara donor, tiba-tiba rakyatnya dibilang punya kemandirian, negaranya saja tidak punya kemandirian. Lantas Indek Kemandiriannya fantastis,” tuturnya.

Baca Juga:  Perkada APBD 2023 Masih Sulit Diakses Publik dan DPRD Kabupaten Indramayu

“Kok, IBangga, dan kita apakah merasa berbangga dengan sesuatu yang gaib dan astral hanya secara politis di tangan Bupati, Indramayu dinyatakan menempati posisi teratas atas 3 kriteria; Ketentraman, Kemandirian dan Kebahagiaan,” imbuhnya.

O’ushj lalu mengutip Herbert Marcuse soal kebahagiaan. “Apa yang diukur dan metode apa pengukuran terhadap kebahagiaan itu? Jika pandangannya madzhab materialistik tulen, tentu kebahagiaannya dilihat dari kekayaannya. Jika kaya akan dibilang bahagia. Jika madzhabnya sesuatu yang hakikat, kata Herbert Marcuse itu namanya kebahagiaan semu. Jika madzhabnya teologi luka, materi bukan satu-satunya membuat orang bahagia, bahkan materi atau harta yang melimpah acapkali menjadi hidup tidak bahagia, resah, gelisah dan bahkan menjadi petaka bagi hidupnya,” ucapnya.

“Sangat sembrono sekali, kebahagiaan hanya dikriteriakan dalam cara pandang seseorang dan atau dengan pandangan subyektif seseorang saja atau sebuah tim penilai yang segelintir orang atau pandangan personal saja,” kata O’ushj.

Terakhir, O’ushj mengatakan bahwa kebahagiaan adalah wilayah privat seseorang yang tidak bisa diraba dan diempiriskan.

“Sungguh berbahaya dan hanya menjadi penghinaan atas kebahagiaan itu sendiri, karena kebahagiaan itu wilayah privat dan sangat privat yang tersembunyi dalam lubuk jiwa seseorang. Tak bisa diraba dan tak bisa diempiriskan oleh orang lain, hanya dirinya sendiri yang bisa merasakan, apakah telah sampai pada kebahagiaan atau apakah sudah bahagia dalam hidupnya secara pribadi atau sudah bahagiakah dengan kondisi dan situasi bangsa dan negara yang dikangkangi dan dicengkram oligarki dan kekuasaan yang korup, sehingga kita dan atau negara sangat punya ketergantuangan kepada negara lain,” pungkas Direktur PKSPD, O’ushj Dialambaqa.

(TJ-99 / TJIMANOEK)

Share:

Baca Juga

nina, nina agustina, bupati nina, bupati indramayu, kadis indramayu, sepatu, sedekah 1000 sepatu, bupati nina bagi bagi sepatu,

Daerah

Direktur PKSPD Bongkar Kebusukan Bupati Nina
Nina agustina, pon papua, atlet indramayu,

Daerah

Bupati Indramayu Nina Agustina Lepas Tujuh Atlet Pon XX ke Papua
jojo sutarjo, direktur teknis pdam indramayu, pdam indramayu, tarif air pdam indramayu,

Daerah

Tarif Air PDAM Naik 30 Persen Mengingatkan pada Kenaikan Fantastis Anggaran Makan Minum Bupati dan Wakil Bupati Indramayu
bupati indramayu, nina agustina, peluncuran pusat ajar digital indramayu,

Daerah

Bupati Indramayu Berencana Melanjutkan Pembangunan Mall
e warung ayunda, desa setu wetan, bantuan pangan non tunai desa setu wetan,

Daerah

Masyarakat Penerima BPNT Kecewa, E-Warung Ayunda di Desa Setu Wetan Distribusikan Bahan Makanan Busuk
bupati indramayu, nina agustina, bupati nina, infak baznas indramayu, infak kupon, disdikbud indramayu,

Daerah

Ada Campur Tangan Bupati Nina dalam Pungutan Infak Berkupon dari Baznas Indramayu?
wakil bupati indramayu, wabup indramayu, lucky hakim, wabup lucky,

Daerah

Minta Kejaksaan Lakukan Audit, Wabup Indramayu Lucky Hakim: Makan Minum Saya Bayar Sendiri
mangrove indramayu, eduwisata mangrove indramayu, eduwisata mangrove persada,

Daerah

Duta Baca Indramayu Lakukan Aksi Tanam Mangrove Bersama