Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 10 Januari 2022 - 15:09 WIB

Masyarakat Penerima BPNT Kecewa, E-Warung Ayunda di Desa Setu Wetan Distribusikan Bahan Makanan Busuk

Pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada, Kamis, 30 Desember 2021.

Pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada, Kamis, 30 Desember 2021.

TJIMANOEK.COM, Cirebon Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menuai kritikan pedas dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya, informasi yang diterima tjimanoek.com, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah mencapai 1.300 penerima, dari sebelumnya sekitar lebih kurang 1.100 penerima.

Namun sampai saat ini, E-Warung yang tengah berjalan hanya ada satu saja. Padahal, perakhir tahun kemarin jumlah  KPM semakin bertambah banyak. Kendati hal ini hanya dimonopoli oleh satu E-Warung saja, pendistribusian yang dilakukan tidak tepat sasaran.

Selain itu, beberapa kali masyarakat penerima (KPM) juga mengeluhkan atas bantuan yang sudah berjalan. Perlu diketahui, BPNT Desa Setu Wetan yang diterima KPM antara lain: Daging Ayam 1.Kg, 1 (satu) lempeng Tempe, 1 (satu) bungkus Tahu, 1/2.Kg (setengah) telur, 1 karung beras, dan 1 (satu) ikat sayur-mayur, serta buah Pear/Anggur/Jeruk. Masing-masing jumlahnya yang didapat pun bervariatif, yang 1 KPM ada yang mendapat 4 (empat) hingga 8 (delapan) paket persembako BPNT.

Disamping itu, dari bantuan tersebut, kembali lagi ditemukan pada bantuan pangan yang didapatkan KPM diakhir bulan Desember tahun 2021 kemarin sebanyak 470 KPM. Temuan tersebut salah satunya yakni, daging Ayam yang busuk alias sudah menjadi bangkai, dan beberapa lempeng Tempe  juga Tahu yang sudah bau dan tidak layak konsumsi, serta ada beberapa beras juga yang berubah warna dan menawarkan aroma tak sedap (apek).

Sementara itu, Rima, selaku pihak penyuplai daging Ayam dan beberapa bahan sembako lainya, saat dikonfirmasi tjimanoek.com melalui pesan singkat whatsapp pada Kamis, 30/12/2021, dirinya mengakui adanya keteledoran atas lambatnya pengiriman daging Ayam tersebut, sehingga ada beberapa sembako yang busuk saat didistribusikan ke KPM melalui E-Warung. “Sore mas. Biasanya agen report (lapor) dan nanti kita retur,” kata Rima.

Baca Juga:  Wacana Inkonstitusional Merayap dalam Senyap

Lanjut Rima mengatakan, “bukan hanya di daging saja untuk telur yang pecah atau buah yang jelek pun kita ganti mas,” singkatnya.

Menariknya lagi, disamping itu, Ratna, selaku suplier tempe dan tahu yang juga dirinya menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) atau Kuwu di desa Setu Wetan yang diduga turut serta mendominasi barang dagangannya sendiri seperti, tahu dan tempe, bahkan dirinya juga diduga kuat turut menyuplai daging ayam yang bukan dari suplier milik Rima.

Saat dikonfrimasi terkait adanya tempe yang busuk dan tahu yang bau, dirinya akan mereturnya kembali. “Yaa nanti coba dikondisikan barangnya untuk ditukar,” kata Ratna, Kamis, (30/12/2021).

Padahal, dengan adanya Program BPNT itu adalah program yang bagus, salah satunya dapat memberdayakan masyrakat yang memiliki usaha kecil. Namun program tersebut, justru seolah dimonopoli oleh satu E-Warung saja. Dalam temuan tim tjimanoek.com, di lapangan hal tersebut diduga kuat seolah-olah BPNT ini dijadikan ajang untuk mengeruk keuntungan bagi sekelompok orang saja.

Ditempat terpisah, sebut saja VA, selaku masyarakat pemerhati, dirinya menyayangkan dengan adanya pelayanan E-Warung yang tidak maksimal di Desa Setu Wetan. Ia menuturkan bahwa, jumlah KPM semakin bertambah banyak maka alangkah baiknya ditambahkan pula E-Warung lainya. Minimal ada empat atau lebih E-Warung.

“Jika dilihat dari banyaknya jumlah KPM yang semakin bertambah, sebaiknya jangan dikelola oleh satu E-Warung saja, bisa empat atau lebih agar dapat memaksimalkan pelayanan dengan baik dan juga bantuan yang didistribusikan ke KPM tepat sasaran,” tuturnya pada Minggu, (9/1/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, ”semestinya kebijakannya (Kuwu) dapat mengutamakan serta memberdayakan masyarakat pengusaha kecil dulu di desanya sebagai bentuk kearifan lokal, karena fungsi BPNT itu sendiri adalah agar dapat membantu mensejahterahkan masyarakatnya baik KPM maupun masyarakat pengusaha kecil,” terang VA.

Baca Juga:  Puskesmas Margadadi Melaksanakan Vaksinasi Covid-19

Dirinya juga menekankan, terkait pengumpulan Kartu ATM milik KPM, agar dapat dipegang oleh masing-masing KPM. “Seyogyanya untuk Kartu ATM itu dapat dipegang masing-masing KPM, supaya meminimalisir praktik ketidaktransparanan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, sebab tindakan arogansi mereka yang tanpa mereka sadari sudah merugikan pihak KPM,” tandasnya.

Sementara ditempat yang sama, Mister-Y yang identitasnya minta dirahasiakan, turut buka suara terkait masalah keluhan dari KPM atas komoditi BPNT. ”Saya sendiri sangat miris mendengarnya, apalagi pihak KPM sebagai penerima BPNT kembali terulang lagi yaitu, daging ayam yang diterima sudah bau bangkai (busuk), tahu dan  tempe pun ga layak konsumsi serta beberapa buah juga ada yang busuk. Itu sangat keterlaluan,”ujarnya.

“Alangkah eloknya sebagai E-Warung yang direkomendasikan selama ini ditutup dan digantikan dengan E-Warung yang lebih bisa bertanggung jawab, komitmen, dan amanah,” kata Mister-Y.

Ditegaskan (Mister-Y), ”Suplier juga seharusnya harus selektif, dan untuk permasalahan di Desa Setu Wetan maupun desa lainnya. Semoga ada perhatian dan tindakan khusus dari pihak-pihak terkait baik dari Dinas, TKSK , Suplier, Pengelola E-Warung supaya di tindak tegas dari APH (red: Aparat Penegak Hukum) bila terjadi praktik dugaan pelanggaran hukum,” pungkasnya, Minggu, (9/1/2022).

Kendati demikian, bantuan yang didapat pada penutupan akhir tahun kemarin telah diretur kembali dari E-Warung. Seperti yang disampaikan pemilik E-Warung melalui rekannya Epi, ”Ya soal itu sudah diretur dan diganti dengan yang baru,” katanya saat ditemui di balai Desa Setu Wetan, Senin, (10/01/2022).

(RL / TJIMANOEK.COM)

Share:

Baca Juga

kementerian komunikasi dan informatika, kemenkominfo, penghargaan smart city,

Daerah

Indramayu Meraih Penghargaan Smart City, Kok bisa?
nina, nina agustina, bupati nina, iin indrayati, kepala bapped litbang indramayu, aula unwir, aula nyi endang darma ayu unwir,

Daerah

Bupati Nina Berikan Hibah 4 Miliar untuk Unwir, SD Negeri Dukuh dan Sekolah Lain Tidak Jadi Perioritas
qodir, qodir sudirja, petani korban limbah tpa pecuk, tpa pecuk indramayu,

Daerah

Petani Korban Cemar TPA Pecuk Laporkan Bupati Nina ke Kementerian LHK
mahasiswa indramayu, desa drunten wetan, pekan bakti daerah,

Daerah

Permai Ayu DKI Jakarta Tanam 800 Bibit Pohon dan Bagikan Al-Qur’an Sampai Sembako
petani indramayu, kodir, dampak limbah tpa pecuk, petani padi,

Daerah

Tanaman Padi Mati Akibat Dampak Limbah Cair TPA Pecuk Indramayu
ptun bandung, pengadilan tata usaha negara, pengadilan tata usaha negara bandung,

Daerah

Sidang Gugatan Terhadap Bupati Indramayu Ditunda
Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat,

Daerah

Tinjau Vaksinasi, Ridwan Kamil Berharap Indramayu Jadi Kabupaten Pertama Level 1

Daerah

Sempat Level 4, Kini Indramayu Terapkan PPKM Level 2