Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 21 Maret 2022 - 17:33 WIB

PKSPD: Bupati Nina, Omong Kosong 1 Hektar Sawah Menghasilkan 20 Ton Padi

Bupati Nina bersama dengan 31 orang camat seluruh Kab. Indramayu melakukan studi banding ke Kab. Serang, Banten, Sabtu, (12/3/2022).

Bupati Nina bersama dengan 31 orang camat seluruh Kab. Indramayu melakukan studi banding ke Kab. Serang, Banten, Sabtu, (12/3/2022).

Menurut Oushj, produksi padi harus dilihat secara menyeluruh karena banyak indikator dan variabelnya. “Kita coba percaya tapi kepercayaan itu tidak berhenti di situ saja, karena produksi padi itu banyak indikator dan atau variabel yang menentukan. Tidak bisa digeneralisir apalagi berbeda daerah. Itu juga menjadi omong kosong,” ucapnya.

Ia mengatakan, kondisi tanah di Kabupaten Indramayu dengan Serang sangat berbeda. Di Indramayu, katanya, mempunyai tiga karakter tanah yang berbeda-beda.

“Kondisi Serang dengan Indramayu tentu berbeda dari struktur tanahnya. Lahan pertanian Indramayu mempunyai 3 karakteristik tanahnya, yaitu: aluvial, podzolik dan margalit. Indramayu kondisi tanahnya kini sudah abnormal, c-organiknya sudah jauh di bawah 5%nan, begitu juga mineral, H2O dan 02-nya. Karena kondisi tanah normal yang dikatakan subur adalah dengan kandungan C-organik: 45%, Anorganik: 5%, H2O: 25%, dan 02: 25%,” terangnya.

“Untuk pola tanam juga berpengaruh secara signifikan, mulai dari pentraktoran pengolahan sawah, jarak tanam, waktu pemupukan, waktu penyemprotan pestisida, iklim dan seterusnya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Polres Indramayu Menyembunyikan Nama Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi BPBD, Ada Apa?

Proses tanama yang tidak serempak, kata Oushj, dapat berpengaruh pada datangnya hama padi. “Pola tanam yang semaunya sendiri, iklim (hujan dan panas, kelembaban), dan ketidak serempakan tanam juga akan berpengaruh pada persoalan hama dan serangan hama. Tidak saja serangan hama seperti wereng, sundep, keong, tikus, kupu-kupu ulat, serangga pengencing batang padi, dan pembengkakan akar jika pola pemupukan tidak benar. Itu juga soalnya,” jelasnya.

“Untuk menguji omong kosong tersebut, seharusnya penemu varietas Trisakti itu secara profesional mempertaruhkan harga dirinya dengan melakukan demplot, minal disetiap kecamatan untuk desa dilakukan demplot dengan luasan 1 hektar. Hal itu penting untuk pembuktian apakah benar 1 ha menghasilkan 20 ton GKG atau 20 ton GKP,” kata Oushj.

Ia juga mengatakan, apabila terbukti varietas padi trisakti menghasilkan 20 ton/ha baru kemudian disosialisasikan. “Jika itu benar terbukti, baru Bupati bicara dan sosialisasi dan bahkan mewajibkan petani tanam varietas Trisakti yang bisa memakmurkan kesejahteraan petani dengan padinya,” tuturnya.

Baca Juga:  ASN Bolos Bupati Nina Marah-marah, Jika Bupati Bolos Siapa yang Marah?

Oushj memberikan alasan mengapa pihaknya menyebut itu omong kosong, karena seharusnya Kab. Serang surpul padi. “Kenapa PKPSD katakan itu omong kosong, karena jika itu benar kenapa di Kab. Serang dan atau Prop. Bantennya saja tidak menaman varietas Triksakti. Jika benar tidak omong kosong, tentu Serang dan atau Banten surplus dan atau swasembada beras bahkan Presiden Jokowi via Kementan membuat kebijakan baru pertanian agar kita tidak ketergantungan impor beras dari luar seperti dari Vietnam, Kamboja, Birma atau Thailand. Kita nol besar dengan negara-negara yang tahun 1975an masih perang saudara,” ucapnya.

“Omong kosong itu pula jika kita sandingkan dengan data produksi 2020-2021 di Serang sendiri, 1 ha hanya mencapai 5,7 ton (data IP: Indeks Pertanaman Kab. Serang),” ungkapnya.

Share:

Baca Juga

panji purnama, gugatan panji, gugatan bupati,

Daerah

Gugatan Kepada Bupati Indramayu Siap Disidangkan
alun alun indramayu, puspawangi, alun alun puspawangi, alun-alun, indramayu,

Daerah

Taman Puspawangi, Alun Alun Benteng Tirani Ketiga Bupati Nina
kapolres indramayu, fahri siregar, akbp fahri siregar, bpbd indramayu, dlh indramayu, tpa pecuk, siram sampah,

Daerah

Air Limbah Sampah TPA Pecuk Pernah Cemari Sawah, Kapolres Indramayu Justru Menyiramnya
kantor kejari indramayu, gedung baru kejari indramayu, kejaksaan negeri indramayu, adhyaksa,

Daerah

Pelapor Kajari Indramayu Penuhi Panggilan Pemeriksaan
polres indramayu, kapolres indramayu, kanit satu jatanras, uni satu reskrim polres indramayu, kasat reskrim polres indramayu, polisi indramayu, maling indramayu, kejahatan indramayu,

Daerah

Polres Indramayu Hanya Menunggu Audit, Pelapor Ajukan Keberatan Penghentian Penyelidikan ke Polda Jabar
mahasiswa, demonstrasi mahasiswa,

Daerah

Polisi Banting Mahasiswa Hingga Kejang-kejang
pertamina, pertamina balongan, ledakan kilang, pertamina indramayu,

Daerah

Komisi VI DPR Lakukan Kunker ke Pertamina Balongan
peringatan hari antikorupsi dunia, hari antikorupsi dunia, dprd kabupaten indramayu, hak interpelasi, interpelasi dewan,

Daerah

Interpelasi Dewan Diperuncing, PKSPD: Bukan Tukang Kliping ya Asal Nyeplos