Menulis Kreatif

Home / Daerah

Kamis, 18 November 2021 - 17:33 WIB

Tuntut Penyelesaian Agraria, Pendemo Bentangkan Spanduk Foto Nina Bertuliskan Silahturahmi

Para petani hendak menyampaikan aspirasinya mengenai sengketa lahan HGU yang menjadi sengketa, Kamis, 18 November 2021.

Para petani hendak menyampaikan aspirasinya mengenai sengketa lahan HGU yang menjadi sengketa, Kamis, 18 November 2021.

Indramayu – Massa aksi menuntut penyelesaian konflik agraria (pertanahan) membentangkan spanduk berwajah Bupati Indramayu Nina Agustina di depan kantor Bupati Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 18 November 2021. Aksi tersebut diinisiasi oleh Aliansi Milenial Membela Rakyat-Indramayu (AMMER-I).

Terlihat dari pantauan tjimanoek.com, ribuan massa aksi tuntut penyelesaian konflik agraria mulai memadati kawasan Pendopo Kab. Indramayu sejak pukul 10.00 WIB. Selain itu, terlihat juga spanduk bertuliskan jalankan reforma agraria, selesaikan konflik-konflik agraria, dan wujudkan petani sejahtera.

Adapun tuntutan lengkap para pendemo yang berhasil tim tjimanoek dapatkan, yakni:

  1. Masyarakat Indramayu atau petani penggarap yang sudah eksisting supaya menggarap di kawasan hutan yang tumpang tindih dengan HGU PT. Rajawali tidak terusir dari lahan garapanya untuk keberlangsungan kehidupan diri dan keluarganya.
  2. Pemerintah daerah agar mendesak pemerintah pusat untuk memberikan kepastian hukum terhadap subjek tanah yang disengketakan.
  3. Memperbolehkan lagi petani penggarap Indramayu untuk mengelola lahan garapan yang sudah digarap tanpa adanya intimidasi dan kriminalisasi dari aparat.
  4. Mencabut statement dari Bupati yang mewajibkan lahan tersebut untuk menanam tebu, karena itu bukan kewenangan bupati, seharusnya bupati memediasi bukanya malah mengeintervensi rakyat kecil.
  5. Petani penggarap bisa berproduksi bahan pangan dengan tenang untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan menafkahi diri dan keluarganya.
Baca Juga:  Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar Dilaporkan ke Kapolri

Diketahui, demo yang dilakukan para petani tersebut buntut dari peristiwa sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) Pabrik Gula PT. Rajawali II Jatitujuh di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Indramayu. Dua orang petani tewas di lahan garapannya diduga karena dibacok oleh sekelompok orang dari ormas (organisasi masyarakat) Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-KAMIS).

Baca Juga:  PKSPD: Limbah TPA Pecuk Akan Terus Makin Menambah Rusak Hasil Panen dan Lingkungan Sekitarnya

Kepolisian Resor Indramayu (Polres Indramayu) berhasil mengamankan lima terduga pelaku, yakni Try (45), Eryt (53), Swy (51), Dryn (46), dan Sbg (46).  Mereka kini telah dalam proses penanganan di Polda Jawa Barat.

(PP)

Share:

Baca Juga

polisi, polres indramayu, bbm ilegal, satreskrim polres indramayu, mako polres indramayu, kepolisian, polisi penyelidikan bbm ilegal,

Daerah

Polres Indramayu Memulai Penyelidikan Praktik BBM Ilegal Karangsong
nina agustina, bupati, bupati indramayu,

Daerah

Hari Jadi, Bupati Indramayu Perintahkan Pejabat Daerah Gunakan Twibbonize
nina agustina, bupati indramayu, buah mangga,

Daerah

Masyarakat Minta Klarifikasi Penetapan Dirut PDAM Melaui Surat ke Bupati Indramayu
konser amal, donasi cianjur, urunan dana cianjur, iluni ui,

Daerah

ILUNI UI Adakan Konser Amal 100 Hits untuk Korban Gempa Cianjur
nakes, rsud indramayu,

Daerah

Hari Dokter Nasional, Nakes Indramayu Belum Terima Honorarium
unwir, universitas wiralodra, kampus unwir, perguruan tinggi indramayu, mahasiswa unwir, unwir didemo, uang kip kuliah, rektor unwir,

Daerah

Gondol Biaya KIP Kuliah, Mahasiswa Minta Rektor Unwir Mundur
kartu kpm, keluarga penerima manfaat, kpm, bni kpm,

Daerah

Merana, Bantuan Keluarga Penerima Manfaat di Indramayu Njelimet
bupati indramayu, nina agustina, bupati nina, pernikahan indramayu,

Daerah

Kasus Perceraian di Indramayu Harus Masuk MURI dan Guinness Book of Records