TJIMANOEK.COM, INDRAMAYU – Kejadian tidak mengenakan dialami oleh sejumlah wartawan saat meliput pencatatan rekor MURI Bupati Indramayu Nina Agustina kategori tari topeng kelana terbanyak yang juga rangkaian HUT Kabupaten Indramayu ke-495 di Jalan Jendral Ahmad Yani, Indramayu, Jawa Barat pada, Sabtu, 15 Oktober 2022.
Diceritakan, kejadian tersebut bermula dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu yang mengamankan rombongan Bupati Nina. Wartawan TvOne, Opih Riharjo yang sedang mencari posisi untuk mengambil gambar dihalau-disingkirkan oleh Satpol PP.
“Saya juga menyadari bahwa hal itu sesuai SOP, namun saat hendak mengambil gambar bupati menari di panggung saya dihalau oknum satpol PP. Padahal saya sudah menjelaskan dari media, dan memakai id card, namun satpol pp bersikukuh wartawan tidak boleh berada di lokasi depan panggung, tempat jalan Bupati Indramayu,” kata Opih Riharjo, Sabtu, (15/10/2022).
Bahkan setelah Opih berpindah posisi ke para penari di bawah panggung, Satpol PP tetap menghalangi pengambilan gambar. Tidak hanya itu, oknum Satpol PP juga menepis telefon genggam milik Opih. Saat acara usai, wartawan juga tidak diperkenankan untuk merekam pentas seni tari tersebut.
Anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya saat acara, terdiri dari: Faizal Metro TV, Jerry Transmedia dan Sudedi detik.com, dan Kholid RTV memutuskan untuk tidak ikut melakukan sesi foto dan akan ambil bagian pada sesi wawancara saja.
Bupati Nina di atas panggung yang kondisinya penuh meminta untuk para wartawan IJTI ikut dalam sesi foto bersama. Tetapi, sebelum sesi foto dimulai, tiba-tiba dan tanpa sebab, Bupati Indramayu Nina Agustina langsung memarahi Faizal, Sudedi, dan Jerry karena tidak mau foto bersama. Bahkan, terjadi pelarangan mengenakan masker oleh Bupati Nina kepada saudara Faizal, wartawan Metro Tv.
“Kamu make masker, jijik tah?” ujar Bupati Nina kepada Faizal.
Lalu, warwatan Metro Tv itu menyambut pernyataan dan pertanyaan Bupati Nina dengan menanyakan apa ada yang salah pada dirinya. “Apakah ada yang salah bu?” kata Faizal.
Saat ditanya awak media soal kerenggangan hubungannya dengan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim, situasi mendadak tidak kondusif, sampai-sampai telefon genggam milik wartawan detik, Sudedi nampak jelas dipegang/disita oleh salah satu ajudan Bupati Nina dengan alasan dilarang untuk merekam.
Diketahui, ini bukan kali pertama Bupati Nina marah. Sebelumnya, sempat menjadi perbincangan masyarakat mengenai video yang dirilis Diskominfo Kab. Indramayu pada, Senin, (27/12/2021), yang memperlihatkan Bupati Nina menegur keras para ASN yang membolos di halaman Pendopo Indramayu.
(TJ-1 / TJIMANOEK)















