TJIMANOEK.COM, INDRAMAYU – Miris sekali. Bupati Indramayu Nina Agustina baru menyadari kondisi warganya yang membutuhkan pertolongan dari sebuah video yang menampilkan seorang lansia, Kaswati (80), tidak berdaya terbaring di lantai tanpa pakaian viral di media sosial.
Video itu direkam oleh seorang perempuan asal Eretan yang mengatas namakan Mimi Gading, Rabu, 6 Desember 2023, saat hendak menengok Kaswati di kediamannya di Blok Karangmalang, RT.014/RW.004, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
“Assalamualaikum, kuh yaa Allah mudun maning engko tak gawena umah yaa Mak. Masa Indramayu masih ana wong kayak kenen bae (itu yaa Allah turun lagi nanti dibuatkan rumah yaa Mak. Masa Indramayu masih ada orang seperti ini saja),” ucap Mimi Gading dalam video yang memperlihatkan kondisi Kaswati terbaring di lantai dan tidak mampu berdiri sendiri karena tubuh yang ringkih.
Bupati Nina dengan Dokmaru (Dokter Masuk Rumah) seperti pahlawan kesiangan yang bergerak atas laporan masyarakat yang sudah viral. Kemudian tindak tanduk itu diberitakan dengan judul, “Gercep Perhatian Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina Tangani Kesehatan Warganya.” Sungguh menggelikan dan tak habis pikir bukan?
Di dalam berita yang dibuat dan dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Indramayu itu disebutkan ucapan terima kasih kepada Bupati Indramayu yang dinilai berhasil dengan program unggulan I-Ceta dan Dokmaru.
“Terima kasih kepada Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina atas perhatian dan dukungan penuh terhadap warganya yang mengalami kesulitan dalam hal ini terganggunya kesehatan dan masalah sosial masyarakat. Dan sudah banyak terbukti manfaat dari sepuluh program unggulan Bupati Indramayu, yaitu salah satunya I-Ceta dan Dokmaru,“ tertulis dalam berita tersebut seperti dikutip dari Diskominfo Kab. Indramayu, Jumat (8/12).
Begitu luar biasa narasi yang ditulis, seolah-olah tanggap dan peduli terhadap warganya. Kok bisa-bisanya peristiwa yang menyayat hati itu dikemas sedemikian rupa agar publik merasa bahwa pemerintah daerah sudah bekerja dengan baik. Padahal, apabila melihat dari dekat, realitasnya berbeda 180 derajat: dimana masih ada kemiskinan, lansia terlantar, dan ketimpangan sosial lainnya.
Di dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia mengamanatkan, “Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak terlantar.” Oleh karenanya, atas dasar itu negara harus atau wajib untuk merawat Kaswati dan Kaswati-kawasti lainnya. Apakah ini dimengerti oleh Bupati Nina dan pejabat lainnya? Jika iya tentu hal miris itu tidak akan terjadi pada Kaswati hari ini.
Di sisi lain, Kepolisian Resor Indramayu (Polres Indramayu) serasi dengan Bupati Nina yang seolah tak mau ketinggalan untuk memberikan bantuan kepada Kaswati, seorang lansia yang sebatang kara. Yang mana kepolisian berencana akan memberikan bantuan berupa kasur dan sembako pada hari ini, Jumat (8/12).
“Setelah Kaswati kembali ke rumahnya, bapak Kapolres Indramayu bersedia membantu menyediakan upah untuk orang yang akan merawat Kaswati,” kata Kapolsek Lohbener, Kompol H. Nurani dikutip dari Humas Polres Indramayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tjimanoek.com, sejak kemarin, berbagai pihak bergotong-royong memperbaik kondisi halaman dan rumah Kaswati yang memprihatinkan atau tidak layak huni. Dia sendiri masih mendapat perawatan intensif di RSUD Indramayu sejak Rabu, 6 Desember 2023.
Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial meminta masyarakat untuk peduli dan menginformasikan kepada pihaknya, apabila ada lansia dan anak terlantar. Mudah-mudahan kejadian seperti yang dialami Nenek Kaswati tidak terulang kembali dan menjadi tamparan keras bagi pemerintah untuk sadar akan tanggung jawabnya merawat fakir miskin dan anak terlantar.
TJ-1 / TJIMANOEK















