Menulis Kreatif

Home / Daerah

Selasa, 28 Desember 2021 - 09:39 WIB

Bupati Nina Berikan Teguran Keras ASN yang Membolos, Ada Kekeliruan Data?

Bupati Indramayu, Nina Agustina saat menegur para ASN di lingkungan Pemkab Indramayu, Senin, 27 Desember 2021.

Bupati Indramayu, Nina Agustina saat menegur para ASN di lingkungan Pemkab Indramayu, Senin, 27 Desember 2021.

TJIMANOEK.COM, Indramayu – Bupati Indramayu, Nina Agustina memberikan teguran keras kepada 333 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, Senin, 27 Desember 2021.

Nina mengumpulkan para ASN di halaman Pendopo Kabupaten Indramayu. Para ASN tersebut dikumpulkan karena membolos atau indisipliner.

Sesuai dengan aplikasi AKKU Mobile, para ASN tersebut dinilai banyak yang tidak melakukan presensi kerja. Sebelumnya, Bupati Nina mewanti-wanti agar para ASN tidak melakukan cuti maupun berpergian keluar kota.

“Sudah jelas tidak ada libur dan tidak boleh keluar kota. Bapak-Ibu menyepelekan seragamnya sendiri. Menyepelekan kantornya sendiri dan Pemkab Indramayu,” ujar Nina Agustina di hadapan para ASN, Senin, (27/12) sore.

Nina juga mengatakan bahwa dirinya hendak membawa suatu perubahan bagi Indramayu. Apabila para ASN tidak ingin bekerja, Nina menyarankan agar mengundurkan diri saja. “Saya masuk ke Indramayu ingin mengadakan perubahan, kalau tidak mau kerja ya tidak apa-apa, lebih baik mengundurkan diri saja,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Nina Bolos Rapat Penetapan APBD Indramayu 2022

“Saya tidak bisa dibohongi seperti ini, boleh seribu alasan. Selama ini yang namanya absen itu harus rekam wajah, ini malah share location (membagikan lokasi),” tambahnya.

Sementara itu, salah satu orang yang mengaku masuk daftar panggil, Wahyudin Latief mengatakan bahwa ada kekeliruan data panggilan pekerja tersebut. Ia menegaskan, bagaimana bisa orang yang sudah meninggal dunia dan pindah kerja masuk dalam daftar tersebut.

“Saya adalah salah satu orang yang ada di daftar panggil. Kesalahan saya tidak melakukan absensi lewat aplikasi, walaupun sebenarnya masuk kerja. Tapi anehnya yang sudah meninggal, sudah pindah kerja ada di daftar panggil,” tulis Wahyudin di unggahan video Bupati Nina tegur para ASN.

Baca Juga:  Kejari Indramayu Menduga Anggaran Makan dan Minum Belum Terserap, Wabup Lucky: Pasti Bodong

Ia lebih lanjut mempertanyakan, mengapa bisa temannya yang belum masuk kerja karena mendapatkan giliran kerja malam hari masuk dalam daftar panggil tersebut. “Lebih aneh lagi teman-teman yang dinas siang dan malam juga masuk dalam daftar panggil. Bagaimana mereka dikatakan tidak masuk kerja atau bolos kerja, sedangkan mereka masuk kerja saja belum,” ungkapnya.

Saat berita ini dirilis, unggahan video Bupati Nina menegur para ASN yang membolos kerja sudah ditonton sebanyak 12.269 orang dengan 116 komentar. Unggahan tersebut juga menuai berbagai respon, baik dari masyarakat maupun para pekerja di lingkungan Pemkab Indramayu.

(PP/Tjimanoek.com)

Share:

Baca Juga

desa setu wetan, pembangunan,

Daerah

Desa Setu Wetan Gencar Lakukan Pembangunan
satpol pp, satpol pp indramayu, kamsari, kamsari sabarudin, teguh budiarso, kasatpol pp indramayu, beking narkoba,

Daerah

Soal Kabid Gakda Satpol PP Indramayu Beking Narkoba-Miras, Polisi: Ada Mekanisme Pemkab
disdik indramayu, dana bos,

Daerah

Penjelasan Kadisdik Mengenai Dana BOS, PKSPD: Bupati Nina Harus Turunkan Pangkat-Jabatan Caridin
nina, nina agustina, bupati indramayu, lucky hakim, wakil bupati indramayu,

Daerah

Aroma Tak Sedap Hubungan Nina-Lucky, Ada Apa?
instalasi pdam indramayu, pdam tirta darma ayu kabupaten indramayu,

Daerah

PDAM Indramayu Tolak Penelitian Mahasiswa karena Belum MoU, PKSPD: Argumentasi “Sampah”
kartu kpm, keluarga penerima manfaat, kpm, bni kpm,

Daerah

Merana, Bantuan Keluarga Penerima Manfaat di Indramayu Njelimet
bupati indramayu, nina agustina, posyandu bojongsari, stunting,

Daerah

Stunting Indramayu Menurun dalam 3 Tahun Terakhir, Oushj Dialambaqa: Rumus Tukang Obat
ilustrasi pencabulan, pemerkosaan, ayah tiri perkosa anak, cirebon, pencabulan di cirebon,

Daerah

Kasus Pencabulan oleh Polisi di Cirebon, Ibu Korban: Hancur Masa Depan Anak Saya