TJIMANOEK.COM, Indramayu – Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (BEM Polindra) mempertanyakan kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada, Senin, 13 Desember 2021.
BEM Polindra dalam unggahan media sosialnya mempertanyakan maksud kedatangan Siti Nurbaya ke Indramayu. Bahkan, BEM Polindra menyebut Menteri LHK dengan menteri proaktif deforestasi.
“Mau apa datang ke Indramayu menteri proaktif deforestasi?,” tulisnya melalui akun instagram bempolindra_ pada, Minggu, 12 Desember 2021.
BEM Polindra melalui Ditjen Aksi dan Propaganda menyebut Menteri Siti Nurbaya telah gagal melestarikan hutan. “Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dipimpin langsung oleh Siti Nurbaya telah gagal melestarikan hutan dan justru mengancam masyarakat lewat teror yang struktural dengan menyokong korporasi untuk mengeruk sebesar-besarnya kekayaan alam dan mengorbankan masyarakat di garda terdepan krisis iklim,” tulisnya.
Seharusnya, kata BEM Polindra, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempercepat reformasi di bidang agraria. Menurut temuannya, KLHK justru menghalang-halangi amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria.
“Harusnya KLHK mendukung percepatan Program Reforma Agraria, bukan malah menghalang-halangi amanat UUPA 1960 dengan menegecualikan tanah-tanah dalam yuridiksi KLHK untuk di redistribusi kepada Masyarakat yang tak Bertanah, Buruh Tani, Petani Penggarap dan Petani Gurem. Bukan hanya berupa Peminjaman Lahan tidak punya jaminan masa depan serta mempertahankan kemiskinan struktural untuk masyarakat pedesaan,” lanjut tulisan tersebut.
Sementara itu, kedatangan Menteri LHK Siti Nurbaya ke Kabupaten Indramayu adalah untuk memberikan penghargaan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) kepada Pemerintah Daerah Indramayu dan PT. Polytama Propindo atas keberhasilan menciptakan replika ekosistem rawa gelang pertama di Indonesia.
Selain hal itu, Siti Nurbaya juga meresmikan Ekoriparian Taman Tjimanoek Indramayu. Sebuah taman yang terletak di bantaran sungai cimanuk, Margadadi, Indramayu, Jawa Barat.
(PP)















