TJIMANOEK.COM, Indramayu – Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menyoroti hubungan tidak harmonis Bupati Indramayu Nina Agustina dengan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Ubedilah mengatakan bahwa narasi tentang hubungan Nina dan Lucky baik-baik saja merupakan ciri pemerintahan daerah yang tidak modern dan good governance (pemerintahan yang baik). Dilansir dari Suaraaktual, ia juga mengatakan, ada dua hal yang perlu dilihat dalam dunia politik, yakni tampak depan dan tampak belakang.
“Jika kita mengutip pandangan Erfing Goffman, ada front stage (panggung depan), ada juga back stage (panggung belakang), yang mana dalam politik sering sekali panggung depan dan belakang itu berseberangan. Dalam hal ini adalah narasi-narasi yang dibangun tidak sesuai dengan kenyataannya,” kata Ubedilah Badrun di kediamannya di Karangampel, Indramayu, Jawa Barat dikutip dari Suaraaktual, Sabtu, (7/5/2022).
Lanjutnya, “Hari ini kita memerlukan keteladanan, bagaimana leadership (kepemimpinan) di satu daerah itu fokus membangun daerah dan mereka menjadi teamwork (kerja tim) yang sehat, Bupati dan Wabup itu adalah tim, mereka harus bersinergi. Jadi kalau mereka berseberangan saya kira ini bencana untuk Indramayu,” tutur Ubedilah.
Menurut Ubed, hubungan yang renggang antara Bupati dan Wakil Bupati Indramayu jangan sampai mengorbankan masyarakat. “Jadi Bupati dan Wakil Bupati itu harus transparan (saling terbuka) dalam membangun Daerah, kalau saat ini renggang berarti ada yang ditutupi di antara mereka. Jangan sampai gara-gara mereka renggang masyarakat dikorbankan dan pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia pun menilai bahwa sudah saatnya masyarakat Kabupaten Indramayu mempersoalkan hubungan Nina-Lucky tersebut.
“Yang berikutnya menurut saya, peristiwa ini harus dipersoalkan oleh rakyat bahwa Bupati dan Wakil Bupati hubungannya jangan sampai renggang. Karena bagaimanapun juga mereka berdua adalah representasi dari pemerintahan yang ada di Indramayu,” kata Ubedilah.
Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengaku, dirinya tidak diberikan akses informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Permohonan maaf saya atas keterbatasan saya yang pada kenyataannya saat ini hanya sebagai wakil saja. Tidak diberikan informasi alur pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan rencana-rencana kerja,” tulis Lucky melalui media sosial facebook menanggapi keluhan masyarakat beberapa waktu yang lalu.
Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Wabup Lucky. Dia kemudian menjelaskan, persoalan yang terjadi anatara dirinya dan Lucky disebabkan karena salah komunikasi.
“Hubungan saya dengan Wakil Bupati, namanya orang pastikan ada sesuatu hal yang sedikit-sedikit miskom (red: salah komunikasi). Bagaimanapun kita ini satu paket yang harus kita selesaikan sampai selesai. Dan ini adalah tanggungjawab kita bersama. Jangan sampai di tengah jalan ada sesuatu masalah. Tidak ada tidak nyamankan satu, harus dikomunikasikan,” ucap Nina dalam sidang paripurna Penyampaian Jawaban Bupati Indramayu terhadap Hak Interpelasi DPRD Kab. Indramayu, Kamis (17/2/2022).
Hubungan antara Nina-Lucky sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu mulai terlihat tidak harmonis atau renggang adalah ketika sesudah perayaan HUT RI ke-76. Selebihnya mereka berdua tidak terlihat bersama. Bahkan, kini spanduk yang terpasang hanya menampilkan sosok Bupati Nina saja.
(TJ-99 / TJIMANOEK)















