Menulis Kreatif

Home / Daerah / Pendidikan

Senin, 17 Juli 2023 - 18:19 WIB

SDN Dukuh Indramayu Nyaris Ambruk, Siswa Selalu Waswas Saat Belajar

SD Negeri Dukuh Indramayu di lingkungan sekitar Desa Dukuh, Kec/Kab. Indramayu, Jawa Barat. (foto: dok. tjimanoek)

SD Negeri Dukuh Indramayu di lingkungan sekitar Desa Dukuh, Kec/Kab. Indramayu, Jawa Barat. (foto: dok. tjimanoek)

TJIMANOEK.COM, INDRAMAYUSD Negeri Dukuh, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat kondisinya nyaris ambruk. Hal itu dapat dilihat dari ruang kelas yang digunakan sebagai kegiatan belajar siswa dan siswi.

Guru SDN Dukuh, Siti Rochana Mulyati mengungkapkan, sampai saat ini sekolah dasar Dukuh belum memperoleh perbaikan sarana. “Satu-satunya SD yang sampai saat ini kondisinya semacam ini, seperti ini dan belum memperoleh kesempatan rehab (red: renovasi),” kata Siti melalui kanal You Tube Upi Musthofa Luthfi, Minggu (5/2/2023).

Meski begitu, dia berucap, pihaknya sudah mengupayakan untuk memperoleh kesempatan merenovasi bangunan yang rampuh/tidak layak tersebut. “Pihak kami sudah beberapa kali mengajukan,” katanya.

“Yang menjadi menyedihkan itu ketika kami mengajar kemudian hujan datang. Tidak ada penyinaran, keadaan agak gelap dan juga khawatir akan plafon ambruk,” ungkapnya.

Menurut pengamatan tjimanoek.com, kondisi sebagian besar bangunan sekolah sudah rapuh atau kurang layak digunakan untuk KBM. Bahkan, ruangan yang menjadi perpustakaannya pun sudah tidak lagi dapat digunakan: kondisi atap/palfon ambruk.

Pada ruang kelas lainnya, terlihat plafon sudah tidak utuh. Mirisnya lagi, bagian depan atas salah satu kelas yang terdapat tulisan, “Tangan di atas Lebih baik Dari pada Tangan di Bawah” kondisinya sudah ambruk.

Baca Juga:  Polda Jabar Berhasil Ungkap Praktik Sertifikat Vaksinasi Tanpa di Vaksin

Saat ditemui, Penjaga Sekolah, Dede mengatakan, ada seseorang yang datang melakukan pengukuran di lingkungan sekolah.

“Sudah ada orang yang datang dan melakukan pengukuran. Katanya mau dibangun September tahun ini,” kata Dede yang sudah bekerja 5 tahun di SDN Dukuh, Senin (17/7/2023).

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Indramayu, Syaefudin belum memberikan keterangan terkait SDN Dukuh.

Di tempat yang berbeda, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, O’ushj Dialambaqa mengatakan, sarana dan prasarana pendidikan sangat mempengaruhi kegiatan belajar dari para siswa.

“Kondisi sarana dan prasarana tanpa kecuali gedung yang dipakai untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti itu sangat buruk, dan imbasnya siswa tidak fokus belajar, sehingga bagaimana mungkin pendidikan dengan gedung yang rusak dan buruk bisa menghasilkan mutu untuk masa depan,” kata O’ushj, Senin (17/7/2023).

Ia menyebutkan bahwa bangunan sekolah yang buruk sebagai potret buruknya bupati dan alokasi APBD. “Potret buruk itu menunjukkan APBD tidak jelas arah, dan bupati juga buruk. Bupati lebih memilih tiktokkan dari pada berbenah, karena dengan modal tiktokkan berbagai penghargaan disandangnya,” terangnya.

“Potret buruk yang tercermin pada SDN Dukuh tersebut, menunjukkan APBD untuk urusan wajib dtelantarkan, tetapi untuk urusan yang bukan menjadi kewajibannya seperti hibah 4 milyar ke RS. Bhayangkara, hibah ke Polres 2 milyar, ke Unwir 4 milyar dan seterusnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Indramayu Nina Agustina Lepas Tujuh Atlet Pon XX ke Papua

Ia pun menyingung mengenai dana hibah yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Daerah Kab. Indramayu ke beberapa instansi dan kampus.

“Begitu juga dari pada untuk memprioritaskan sarana dan prasarana pendidikan untuk masa depan bangsa, ternyata lebih utama anggaran itu dipakai untuk yang bisa bertiktok ria, yaitu dengan membangun benteng tirani Taman Puspawangi yang menelan APBD 7,6 milyar dan Puspa Pangan menelan 1 milyar, dan wara wiri dengan Dirut PDAM yang menelan APBD yang tidak kecil. Tak jelas juntrungannya,” jelasnya.

Tak ada pelajaran, Oo berkata, yang mampu menyadarkan Bupati Indramayu untuk peka terhadap kondisi sarana pendidikan di Kab. Indramayu. “Tak ada pelajaran yang bisa menyadarkan bupati tampaknya, sehingga hukum alamlah yang hanya bisa kita berharap. Untuk mengakhiri kesungsangan kekuasaan di Indramayu,” pungkas Oo.

Hingga berita ini dirilis, SD Negeri Dukuh itu masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Namun, kegiatan belajar dan mengajar tetap dilakukan di bagunan tersebut dengan penuh rasa kekhawatiran atau waswas.

TJ-1 / TJIMANOEK

Share:

Baca Juga

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri KLHK, Siti Nurbaya,

Daerah

BEM Polindra Soroti Kedatangan Menteri LHK ke Indramayu
kejati jabar, kasus rth jatibarang,

Daerah

Proyek RTH JTB, Minimal Ada 9 Orang Dijadikan Tersangka oleh Kejati
lucky, lucky hakim, wabup indramayu, pengunduran diri lucky hakim, lucky alex, lucky dan alex, penjelasan lucky hakim, indramayu,

Daerah

Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim Singgung Anggaran Makan dan Minum, 100 Juta Perbulan?
aksi pengeroyokan di jatibarang indramayu, polres indramayu, akp luthfi Olot Gigantara, mapolres indramayu, kasat reskrim polres indramayu, kasi humas polres indramayu,

Daerah

Warganet Minta Polres Indramayu Usut Aksi Pengeroyokan oleh Puluhan Pemuda
panji aksara, panji, panji purnama, catatan panji purnama, tulisan, karya panji,

Opini

Sampah Kejaksaan Negeri Indramayu Berkedok Karya Tulis Ilmiah
interpelasi nina, bupati nina, bupati indramayu, nina agustina,

Daerah

Tidak Bolos Sidang Interpelasi, Bupati Nina Berulang-ulang Ucapkan Maaf dan Apresiasi
polres indramayu, kapolres indramayu, kanit satu jatanras, uni satu reskrim polres indramayu, kasat reskrim polres indramayu, polisi indramayu, maling indramayu, kejahatan indramayu,

Daerah

Polres Indramayu Hanya Menunggu Audit, Pelapor Ajukan Keberatan Penghentian Penyelidikan ke Polda Jabar
bupati indramayu, nina agustina, gedung iptek mutiara bangsa,

Daerah

Dikoreksi, Anggaran Pembangunan Gedung IPTEK Mutiara Bangsa bukan 34,5 miliar