Menulis Kreatif

Home / Pertanian

Rabu, 8 September 2021 - 23:58 WIB

Petani Indramayu Berhasil Berinovasi Menekan Hama Wereng

Kunjungan Tim Kementan RI ke Kelompok Tani Desa Kedokanbunder Wetan, Indramayu.

Kunjungan Tim Kementan RI ke Kelompok Tani Desa Kedokanbunder Wetan, Indramayu.

Indramayu – Petani Kabupaten Indramayu, lebih tepatnya di Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokanbunder, Indramayu, Jawa Barat, berhasil melakukan inovasi untuk menekan hama serangga penghisap cairan tumbuhan atau wereng.

Inovasi tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Sri Trusmi Satu Desa Kedokanbunder Wetan. Ketua Poktan Sri Trusmi Satu, Waklan berhasil mengembangkan inovasi itu untuk menekan Wereng Batang Coklat (WBC) di lahan pertanian setempat.

Waklan melakukan hal tersebut tanpa insktisida (obat hama), melainkan hanya dengan menggunakan Buah Sirih Hutan (piper aduncum l).

Dilansir dari Diskominfo Kab. Indramayu, inovasi yang dilakukan oleh petani Desa Kedokanbunder Wetan tersebut berhasil menggegerkan para petani lain. Sebab, dengan buah sirih hutan saja WBC yang menjadi musuh petani dapat disingkirkan.

Baca Juga:  Petani Korban Cemar TPA Pecuk Laporkan Bupati Nina ke Kementerian LHK

Waklan menjelaskan efektifitas penggunaan buah Sirih Hutan untuk pengendalian WBC di lahan pertanian di desanya tersebut bisa mencapai 70 persen. Dengan efektifitas ini, maka tanaman padi bisa terselematkan dari gangguan wereng dan secara otomatis meningkatkan produktivitas tanaman padi.

“Alhamdulilah buah Sirih Hutan cukup efektif dalam penanganan wereng ini. Dampaknya padi semakin meningkat karena gangguan wereng dapat diminimalisir,” kata Waklan, Selasa, (7/9/2021).

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Takdir Mulyadi mengatakan, pihaknya terus menggenjot berbagai inovasi yang terus dilakukan oleh para petani dalam peningkatan produktivitas padi dengan menekan laju organisme penganggu tanaman.

Baca Juga:  Rempang Menulis Air Mata Luka Nestapa dalam Sejarah Kelam (Studi Kasus Proyek-PSN-Rempang Eco City-Xyni-China) Bagian 4 dari 4 Tulisan

“Kelompok Tani Sri Trusmi ini konsisten dalam melakukan inovasi agen hayati dan sudah dirasakan manfaatnya saat ini,” katanya, Selasa, (7/9/2021).

Di samping itu, Camat Kedokanbunder, Andri M. Shaleh mengatakan, pihaknya sangat bangga karena kelompok tani tersebut pernah menjadi yang terbaik pada tingkat nasional.

laboratorium petani indramayu,

Laboratorium Kelompok Tani Desa Kedokanbunder Wetan, Indramayu.

Sementara kelompok tani tersebut juga telah mempunyai laboratorium yang sangat modern yang merupakan bantuan dari Pertamina.

“Kita bersyukur punya kelompok tani yang mengembangkan inovasi untuk menekan laju organisme penganggu tanaman dengan berbahan dasar hayati. Apalagi ini menjadi percontohan nasional,” tegas Andri, Selasa, (7/9/2021).

(Panji)

Share:

Baca Juga

sawah, sawah indramayu, sawah dekat tpa pecuk, tpa pecuk indramayu, limbah tpa pecuk

Daerah

Limbah Cemar Sawah, Pemerhati Hukum: Bupati Nina Perioritaskan Penghargaan Bukan Lingkungan
nina, nina agustina, ridwan kamil, bupati indramayu, gubernur jawa barat, aep surahman, plt kadis lingkungan hidup kabupaten indramayu,

Daerah

Akui Cemar Lingkungan, Pemerhati Hukum: Bupati Nina Langgar HAM
Taryadi, anggota DPRD Kabupaten Indramayu,

Daerah

Lahan Pabrik Gula Jatitujuh, Kok Sampai Ada yang Harus Mati?
mangrove indramayu, eduwisata mangrove indramayu, eduwisata mangrove persada,

Daerah

Duta Baca Indramayu Lakukan Aksi Tanam Mangrove Bersama
presiden jokowi, petani indramayu, sawah indramayu, padi, panen raya, hari tani nasional,

Daerah

Hari Tani Nasional, Berikut Keberhasilan Petani Indramayu

Daerah

Desa Wanantara Indramayu Lakukan Penetapan Ketua Jasa Pompanisasi Periode 2021-2024
dlh kabupaten indramayu, lutfi alharomain, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu,

Daerah

TPA Pecuk Mencemari Sawah Petani, DLH Indramayu Saling Lempar Tanggungjawab
qodir, qodir sudirja, petani korban limbah tpa pecuk, tpa pecuk indramayu,

Daerah

Petani Korban Cemar TPA Pecuk Laporkan Bupati Nina ke Kementerian LHK