TJIMANOEK.COM, Indramayu – Bupati Indramayu, Nina Agustina mengajak sebanyak 31 Camat se-Kabupaten Indramayu untuk mengenal varietas padi trisakti di Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten pada, Sabtu, 12 Maret 2022.
“Saya mengajak 31 Camat untuk studi banding pertanian ke Balitbang Mikroba Google di Cinangka. setelah kemarin saya datang kesini untuk melihat varietas padi trisakti yang sangat banyak keuntungannya untuk petani,” tulis Nina Agustina melalui media sosial miliknya, Sabtu, (12/3/2022).
Nina mengatakan, dirinya ingin para camat mendapatkan ilmu baru di bidang pertanian. “Saya ingin informasi ini sampai kepada para camat sebagai ilmu baru, melihat masyarakat Indramayu yang mayoritas warganya sebagai petani,” katanya.
“Saya berharap dengan kerjasama ini dapat meningkatkan produksi padi dan lebih mensejahterakan petani di Indramayu,” harapnya.
Menurut Penemu Mikrobiologi Google, Ali Zum Mashar, varietas padi trisakti tidak memerlukan masa panen yang panjang. Bahkan, padi trisakti diklaim dapat menghasilkan sebanyak 20 ton per satu hektar.
“Varietas padi Trisakti dapat dipanen dengan masa pendek yakni 75 hari, tahan terhadap hama padi, dan mampu menghasilkan padi sebanyak 20 ton untuk satu hektar lahan,” tutur Ali kepada para rombongan.
Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, Oushj Dialambaqa mengatakan, dirinya masih mempertanyakan hasil panen 20 ton dengan luas lahan hanya 1 hektar.
“Bupati Nina memboyong 31 Camat untuk studi banding ke Kab. Serang Banten untuk belajar tanam padi pada penemu Mikrobiologi Google Ali Zum Mashar dengan varietas benih padi yang bernama Trisaksi. Konon yang dikatakan Bupati, mungkin penjelasan dari penemu varietas Trisaktinya, bahwa untuk 1 hektar lahan sawah bisa menghasilkan 20 ton padi. Itu yang dilansir Bupati Nina. Benarkah itu? Itu soalnya,” kata Oushj Dialambaqa kepada tjimanoek.com, Senin (21/3/2022).
“Petanyaannya adalah 20 ton per hektar itu, 20 ton GKG (Gabah Kering Giling) atau 20 ton/ha itu adl GKP (Gabah Kering Panen)? Soal ini saja Bupati tidak jelas. Pertanyaan berikutnya, Bupati mengerti tidak dengan GKG dan GKP dalam hal produksi pertanian yang bernama panen padi,” imbuhnya.
Lanjutnya, “Okelah untuk kita coba omong kosong Bupati dan penemu varietas Trisakti itu coba kita menganggukan kepala bahwa 1 ha menghasilkan 20 ton,” katanya.















