Menulis Kreatif

Home / Daerah

Senin, 21 Maret 2022 - 17:33 WIB

PKSPD: Bupati Nina, Omong Kosong 1 Hektar Sawah Menghasilkan 20 Ton Padi

Bupati Nina bersama dengan 31 orang camat seluruh Kab. Indramayu melakukan studi banding ke Kab. Serang, Banten, Sabtu, (12/3/2022).

Bupati Nina bersama dengan 31 orang camat seluruh Kab. Indramayu melakukan studi banding ke Kab. Serang, Banten, Sabtu, (12/3/2022).

TJIMANOEK.COM, Indramayu – Bupati Indramayu, Nina Agustina mengajak sebanyak 31 Camat se-Kabupaten Indramayu untuk mengenal varietas padi trisakti di Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten pada, Sabtu, 12 Maret 2022.

“Saya mengajak 31 Camat untuk studi banding pertanian ke Balitbang Mikroba Google di Cinangka. setelah kemarin saya datang kesini untuk melihat varietas padi trisakti yang sangat banyak keuntungannya untuk petani,” tulis Nina Agustina melalui media sosial miliknya, Sabtu, (12/3/2022).

Nina mengatakan, dirinya ingin para camat mendapatkan ilmu baru di bidang pertanian. “Saya ingin informasi ini sampai kepada para camat sebagai ilmu baru, melihat masyarakat Indramayu yang mayoritas warganya sebagai petani,” katanya.

“Saya berharap dengan kerjasama ini dapat meningkatkan produksi padi dan lebih mensejahterakan petani di Indramayu,” harapnya.

Baca Juga:  Masyarakat Penerima BPNT Kecewa, E-Warung Ayunda di Desa Setu Wetan Distribusikan Bahan Makanan Busuk

Menurut Penemu Mikrobiologi Google, Ali Zum Mashar, varietas padi trisakti tidak memerlukan masa panen yang panjang. Bahkan, padi trisakti diklaim dapat menghasilkan sebanyak 20 ton per satu hektar.

“Varietas padi Trisakti dapat dipanen dengan masa pendek yakni 75 hari, tahan terhadap hama padi, dan mampu menghasilkan padi sebanyak 20 ton untuk satu hektar lahan,” tutur Ali kepada para rombongan.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah, Oushj Dialambaqa mengatakan, dirinya masih mempertanyakan hasil panen 20 ton dengan luas lahan hanya 1 hektar.

“Bupati Nina memboyong 31 Camat untuk studi banding ke Kab. Serang Banten untuk belajar tanam padi pada penemu Mikrobiologi Google Ali Zum Mashar dengan varietas benih padi yang bernama Trisaksi. Konon yang dikatakan Bupati, mungkin penjelasan dari penemu varietas Trisaktinya, bahwa untuk 1 hektar lahan sawah bisa menghasilkan 20 ton padi. Itu yang dilansir Bupati Nina. Benarkah itu? Itu soalnya,” kata Oushj Dialambaqa kepada tjimanoek.com, Senin (21/3/2022).

Baca Juga:  Tarif Air PDAM Naik 30 Persen Mengingatkan pada Kenaikan Fantastis Anggaran Makan Minum Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

“Petanyaannya adalah 20 ton per hektar itu, 20 ton GKG (Gabah Kering Giling) atau 20 ton/ha itu adl GKP (Gabah Kering Panen)? Soal ini saja Bupati tidak jelas. Pertanyaan berikutnya, Bupati mengerti tidak dengan GKG dan GKP dalam hal produksi pertanian yang bernama panen padi,” imbuhnya.

Lanjutnya, “Okelah untuk kita coba omong kosong Bupati dan penemu varietas Trisakti itu coba kita menganggukan kepala bahwa 1 ha menghasilkan 20 ton,” katanya.

Share:

Baca Juga

stunting, nina agustina, deden bonni koswara,

Daerah

Angka Stunting 29,9 Persen, Bupati Nina Optimis Dapat Menurun
dprd indramayu, dprd kab indramayu, dprd kabupaten indramayu, kantor dprd indramayu,

Daerah

Bupati Nina dan DPRD Indramayu Diduga Tabrak Aturan LKPJ 2021, Pemerhati: Celaka
bpr kr, bank perkreditan rakyat, bpr kr kabupaten indramayu,

Daerah

Keuangan BPR Karya Remaja Cikedung “Bocor” Diduga Akibat KKN
bpbd indramayu, kasat reskrim polres indramayu, kantor bpbd indramayu,

Daerah

BPBD Indramayu Diduga Rampok 196 Miliar Dana Covid-19, Polisi: Mohon Bersabar
panen padi indramayu, bupati indramayu, nina agustina,

Daerah

Bupati Indramayu Lakukan Panen Padi Varietas Cisantana
nina, nina agustina, bupati nina, iin indrayati, kepala bapped litbang indramayu, aula unwir, aula nyi endang darma ayu unwir,

Daerah

Bupati Nina Berikan Hibah 4 Miliar untuk Unwir, SD Negeri Dukuh dan Sekolah Lain Tidak Jadi Perioritas
bupati nina, nina agustina, satgas bpr kr, bpr kr, persoalan bpr kr, bpr kr indramayu, kpm, bumd, bank perkreditan rakyat, rinto bpr, sekda rinto waluyo, kredit macet indramayu,

Daerah

BPR KR Indramayu Memiliki Beban Rp 72 Miliar kepada 600 Nasabah: Satgas Fokus Buru Debitur ‘Nakal’, Nasabah Gigit Jari
petani tebu

Daerah

Buntut Sengketa Garapan, Petani Tebu Tolak FKAMIS